5 Strategi Investasi di Tengah Pandemi Virus Corona

5 Strategi Investasi di Tengah Pandemi Virus Corona
UANG | 26 Maret 2020 07:00 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) secara resmi menetapkan virus Covid-19 sebagai pandemi. Penyebaran virus yang cepat nyatanya berdampak sangat dalam, tidak terkecuali bagi perekonomian global yang terus menunjukkan volatilitas, bahkan cenderung menurun. Ketidakpastian atas jangka waktu redanya pandemi ini juga membuat pergerakan pasar modal di hampir seluruh negara mengalami koreksi dalam.

Imbauan pemerintah pusat dan daerah untuk mulai mengurangi aktivitas luar rumah tentu memberikan dampak signifikan bagi pergerakan ekonomi yang tercermin dalam pergerakan pasar modal dalam satu bulan belakangan.

Hingga pekan ke-3 di bulan Maret, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi sebesar -33,41 persen ke level 4.194 sejak awal tahun. Bahkan, selama 2 pekan terakhir saja IHSG telah mengalami setidaknya 4 kali suspensi perdagangan sementara (trading suspension) secara otomatis karena mengalami pelemahan hingga -5 persen dalam satu hari.

Hal ini tentu menimbulkan keresahan bagi investor dan masyarakat pada umumnya, terutama dalam membangun kembali optimisme di tengah terhambatnya arus perekonomian. Pemerintah Melalui Kementerian Keuangan bahkan telah mulai mendorong Kementerian dan Lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengakselerasi belanja terutama pada jadwal Kuartal I 2020.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat pandemik Covid-19, serta penurunan harga-harga komoditas. Selanjutnya, pemerintah juga melakukan re-focusing penganggaran dan meluncurkan paket Stimulus Fiskal jilid I dan jilid II yang diharapkan mendukung bergeraknya sektor riil.

Upaya pemerintah untuk menjaga ekonomi nasional layaknya diapresiasi dengan bijaknya masyarakat dalam mengelola strategi keuangannya. Director Chief Investment Officer PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors) Erik Argasetya berpendapat, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur keuangannya, baik mereka yang aktif sebagai investor, maupun publik yang belum familiar dengan aktivitas transaksi di pasar modal.

Erik merekomendasikan perlakuan keuangan selama pandemi Covid-19 dengan beberapa hal berikut:

Baca Selanjutnya: Tingkatkan Dana Darurat...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami