5 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Kapasitas Listrik Diklaim Meningkat 19.000 MW

UANG | 9 Oktober 2019 14:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mencatat dalam lima tahun Pemerintah ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meningkatkan 40 persen pasokan listrik nasional, jumlah tersebut akan bertambah seiring beroperasinya pembangkit listrik program kelistrikan 35.000 Mega Watt (MW).

Dia menjelaskan, pada 2014 kapasitas listrik terpasang Indonesia mencapai 50.000 Mega Watt (MW) atau 50 Giga Watt (GW), saat ini sudah mencapai 66 GW dan sampai akhir 2019 sekitar 69 GW, dengan begitu dalam lima tahun kapasitas listrik Indonesia bertambah 19.000 MW setara dengan 19 GW.

"Saya ucapkan terima kasih ke stakeholder, IPP dan PLN tambahnya 40 persen dalam 5 tahun," saat menghadiri perayaan hari listrik nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (9/10).

Dia melanjutkan, pasokan listrik akan terus bertambah seiring dengan beroperasinya pembangkit bagian dari program kelistrikan 35 ribu MW, diperkirakan sampi 2024 ‎selesainya program tersebut kapasitas listrik bertambah menjadi 93 GW.

"Meneruskan program 35 ribu MW yang belum selesai karena masih konstruksi kalau demand tinggi bisa mencapai 100 GW," tuturnya.

Menurutnya, kapasitas listrik terpasang Indonesia masih lebih rendah dibanding China yang sebesar 1.131 GW, atau 15 kali lebih besar dibanding Indonesia padahal jumlah penduduknya hanya 4 kali lebih banyak dari Indonesia.

Dari 1.131 GW kapasitas listrik China, 300 GW berasal dari pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), dia pun menginginkan kapasitas pembangkit berbasis EBT Indonesia terus ditingkatkan untuk mengurangi penggunaan energi fosil.

"Ini harapannya, mulai sekarang saya sangat berharap rekan-rekan di PLN untuk terbuka sama EBT. Jadi tidak cuman certain mind it saja. Ini kan jangka panjang," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Sudah Berjalan 5 Tahun, Proyek Pembangkit 35.000 MW Baru Selesai 11 Persen
Menteri Jonan Puji PLTGU Grati Sebagai Pembangkit Listrik Paling Efisien
Pembangkit Listrik Batu Bara Terbesar RI Beroperasi Oktober 2019
ESDM Target 6 Pembangkit Listrik Proyek 35.000 MW Selesai Tahun Ini
PLTU Skala Besar Beroperasi 2020, PLN Janjikan Tarif Listrik Turun
Dirut PLN Jadi Tersangka Proyek PLTU Riau, Proyek Kelistrikan Tak Terganggu

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.