5 Tips Ampuh Memulai Investasi untuk Pemula

UANG | 28 September 2019 07:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Keraguan kerap menjadi penghalang seseorang untuk memulai berinvestasi. Apakah uang saya akan aman? Bagaimana menghitung keuntungan nanti? Instrumen investasi apa yang baik? Beberapa menganggap jika naik turunnya pasar saham sebagai ketidakpastian. Hal ini pun membuat banyak orang takut untuk melakukan investasi.

Apalagi, kinerja saham Agustus 2019 merosot. Ditambah isu resesi pada 2020 mendatang. Ahli finansial, Jacquette Timmons, mengatakan jika ketidakpastian dan kurangnya kontrol atas kinerja pasar menjadi penyebab utama seseorang takut untuk melakukan investasi.

Kendati demikian, dirinya membagikan beberapa tips untuk membantu seseorang mengatasi ketakutannya dalam berinvestasi. Berikut tips cerdas investasi agar terhindar dari naik turunnya saham seperti dilansir dari CNBC.

1 dari 5 halaman

1. Miliki Aturan dan Sistem

Untuk terhindar dari rasa khawatir akan ketidakpastian dan kurangnya kontrol di pasar saham, Anda harus memiliki beberapa aturan dan sistem dalam berinvestasi.

"Agar Anda memiliki kepastian dan kendali, Anda harus memiliki sistem dan aturan untuk berinvestasi," ucap Timmons.

Pertama, Anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis saham apa yang ingin dibeli. Setelah Anda sudah memutuskan untuk membeli saham tersebut, Anda juga harus bisa mengevaluasi kinerja sahamnya.

Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah sistem saham ini triwulan, tahunan, atau kerangka waktu lainnya. Timmons juga menjelaskan ketika Anda menjual saham, pastikan menjualnya karena kinerja perusahaan, bukan karena kinerja pasar sahamnya.

2 dari 5 halaman

2. Memiliki Portofolio yang Seimbang

Memiliki stok portofolio menjadi kunci penting dalam menghindari gejolak di pasar saham. Portofolio ini akan berfungsi sebagai cadangan Anda ketika pasar saham sedang bergejolak.

Dalam aturan praktis investasi yang lama, Anda harus memiliki portofolio dengan nilai 60 persen di pasar saham dan 40 persen di dalam obligasi. Namun, kebijakan ini tergantung dari setiap individu. Anda dapat menyesuaikannya sesuai dengan situasi dan kebutuhan masing-masing.

3 dari 5 halaman

3. Sabar

Rahasia dalam melakukan investasi adalah menunggu. Hal ini dilakukan agar Anda tidak tergesa-gesa. Harapannya adalah Anda akan mendapatkan saham di perusahaan yang tepat dengan harga yang tepat.

Selain itu, Anda juga harus menganggap bahwa investasi adalah praktik untuk pengalaman diri sendiri.

4 dari 5 halaman

4. Disiplin Menyisihkan Penghasilan Anda

Agar bisa melakukan investasi, Anda harus berani menyisihkan uang penghasilan Anda. Sangat disarankan untuk meyisihkan 5 sampai 10 persen setiap tahunnya.

Hal ini agar bisa melakukan investasi, menyimpan dana untuk keadaan darurat atau pensiun.

5 dari 5 halaman

5. Samakan Visi Anda dan Emiten Pilihan

Saat akan membeli saham di suatu perusahaan, Anda harus menyesuaikan dengan visi diri sendiri terlebih dahulu. Pilih perusahaan yang memiliki nilai yang menurut Anda baik sebelum Anda melakukan investasi di perusahaan tersebut.

Jika Anda memilih perusahaan yang memiliki tujuan lebih dari sekadar menghasilkan uang, perusahaan tersebut cenderung melakukan sesuatu yang lebih baik untuk jangka waktu yang panjang.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

(mdk/bim)

Baca juga:
Milenial yang Tak Ingin Tua Sebelum Kaya, Berikut Langkah Antisipasi Harus Diambil
5 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Karyawan Baru
OJK Sebut Investasi di Pasar Modal Sudah Terapkan Prinsip Syariah
Cara Jitu Terhindar Investasi Bodong
Usia Berapakah Saat Anda Sudah Terlambat Untuk Berinvestasi?
Proyeksi dan Analisa Manulife pada Pasar Saham dan Obligasi Indonesia 2019
Jenis Investasi Paling Cocok Untuk Kaum Milenial