5 Tips Susun Rencana Keuangan yang Baik Ala OJK

5 Tips Susun Rencana Keuangan yang Baik Ala OJK
Ilustrasi mengatur keuangan. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/baranq
EKONOMI | 16 Januari 2022 09:39 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Setiap orang berlomba-lomba untuk menjadi kaya. Ada yang giat bekerja ataupun menjadi seorang wirausahawan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Namun, masih banyak orang yang kesulitan menjadi kaya kendati telah bekerja keras maupun berwirausaha. Ini karena mereka umumnya belum memahami cara menyusun rencana keuangan yang baik.

Berikut lima panduan yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyusun perencanaan keuangan secara baik:

1. Mengevaluasi kondisi keuangan Anda saat ini

Melansir dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id Minggu (16/11) panduan pertama perencanaan keuangan yang baik ialah dengan melakukan evaluasi kondisi keuangan saat ini.

Yakni, melakukan analisis dengan memperhatikan kondisi terkini, seperti status perkawinan, jumlah anggota keluarga, kondisi pekerjaan, usia, kondisi kesehatan, dan lain-lainnya.

2. Menyusun tujuan-tujuan keuangan Anda

Disusun tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, seperti :

- Memiliki tabungan di bank sebanyak 20 juta pada 2 tahun ke depan,
- Ingin memiliki rumah sendiri pada 10 tahun ke depan,
- Memiliki mobil pribadi 3 tahun ke depan, dan
- Menunaikan ibadah haji 15 tahun ke depan.

2 dari 2 halaman

Tips Lainnya

3. Menyusun perencanaan keuangan dan alternatifnya untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan

Perencanaan keuangan dapat berupa kegiatan yang akan dilakukan dan bauran produk keuangan yang akan digunakan, dikaitkan dengan jangka waktu pencapaiannya.

Misalkan :

- Membayar sebesar Rp. 350.000/bulan untuk premi asuransi pendidikan anak selama 10 tahun
- Menabung sebesar Rp. 500.000/bulan untuk dana naik haji selama 15 tahun
- Mencicil sebesar Rp. 1,5 juta/bulan untuk kredit pembelian mobil selama 10 tahun

4. Melaksanakan perencanaan keuangan yang sudah tersusun dengan disiplin

5. Mereview dan menyempurnakan rencana keuangan secara periodik untuk menyesuaikan kondisi keuangan terkini

Kondisi keuangan seseorang bisa berubah. Misalnya seperti : lahirnya anggota keluarga baru, mengalami sakit yang membutuhkan biaya besar dan terganggunya sumber penghasilan keluarga, meningkatnya pendapatan secara signifikan, dan lain-lain.

Jika terjadi perubahan, maka proses perencanaan keuangan akan dilakukan lagi dimulai dari awal proses (mengevaluasi kondisi keuangan terkini) dan diteruskan dengan proses-proses berikutnya.

(mdk/azz)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami