57 Persen Warga Negara Indonesia Bekerja di Sektor Informal

57 Persen Warga Negara Indonesia Bekerja di Sektor Informal
UANG | 17 Februari 2020 15:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Budi Setiyono mengatakan saat ini Indonesia belum bisa menjadi negara yang adil bagi semua masyarakat. Sebab menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020 sekitar 57 persen warga negara Indonesia (WNI) masih bekerja di sektor informal.

"Negara kita (Indonesia), menurut BPS saat ini, 60 persen penduduknya, atau 57 persen tahun ini, warga negaranya harus hidup di sektor informal. Di mana mereka (orang di sektor informal), hidup tanpa kepastian perlindungan dan pendapatan," ujar Budi di acara Seminar Konsolidasi Demokrasi Menuju Keadilan Sosial, di ITS Tower, Jakarta, Senin (17/2).

"(Orang di sektor informal), misalnya pedagang kaki lima, buruh di pertanian, di pertambangan," tambah Budi.

Kemudian, Budi mengatakan, jika Indonesia diibaratkan sebuah rumah, maka saat ini hanya 44 persen masyarakat yang hidup di dalam naungan perlindungan negara. "Sedangkan sisanya, harus hidup di luar perlindungan negara, ini kenyataan yang ada di negara kita," jelasnya.

Oleh sebab itu, akibat dari ketimpangan perlindungan, di Indonesia banyak ditemui kasus. "Ada kasus yang kita temui, seperti pasien miskin yang ditolak di rumah sakit. Itu adalah kenyataan, 60 persen orang yang harus hidup diluar perlindungan negara ini."

Baca Selanjutnya: Pekerja Libur Satu Hari...

Halaman

(mdk/did)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami