60 Persen Angka Kecelakaan di Jalan Tol Disebabkan Truk Kelebihan Muatan

60 Persen Angka Kecelakaan di Jalan Tol Disebabkan Truk Kelebihan Muatan
UANG | 24 Februari 2020 12:44 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Kementerian PUPR, Agita Widjajanto mencatat sebanyak 60 persen angka kecelakaan di ruas tol masih disebabkan oleh kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Untuk itu, dia mengimbau bagi pemilik kendaraan yang dimensinya tidak sesuai, untuk segera normalisasi kendaraannya.

"Kurang lebih 60 persen. Jadi kecelakaan yang disebabkan oleh ODOL," kata dia saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat, Senin (24/2).

Di samping itu, BPJT juga mencatat tingkat kecelakaan lain yang terjadi di ruas jalan tol diakibatkan oleh pengemudi sebanyak 80 persen. Rata-rata kecelakaan tersebut disebabkan kurangnya antisipasi oleh pengemudi itu sendiri.

"Saat kelelahan, dia (pengemudi) tidak bisa kendalikan kendaraan dan sebagiannya. Itu yang jadi poin bagi kita ke depan tidak bisa main-main dengan tertib berkendara tadi," jelas dia.

1 dari 1 halaman

Aksi Keselamatan Jalan Tol

Untuk menekan terjadinya angka kecelakaan tersebut, sepanjang 2020 ini pihaknya juga mendukung aksi keselamatan di jalan tol yang digagas bersama beberapa pihak terkait. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan terhadap kendaraan ODOL.

"Bahwa sepanjang 2020 kita akan tertibkan di jalan tol. Banyak kecelakaan terjadi yang fatalitasnya terutama terkait kendaraan berat ini. Komitmen ke depan harus bisa dikurangi. Salah satunya kompak dengan korlantas di penindakan," jelas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Waskita Toll Road Siap Lepas 4 Ruas Tol Tahun Ini
Tol Bebas Truk Kelebihan Muatan, Batas Kecepatan Bisa Capai 100 Km per Jam
Ketua MPR Ingin Pengguna Motor Boleh Lewat Jalan Tol: Sama-Sama Bayar Pajak
Jokowi Tinjau Tol Pekanbaru-Dumai: Sekarang Waktu Tempuh Hanya 2 Jam
Ditargetkan Beroperasi April, Ini Kisaran Tarif Tol Pekanbaru-Dumai
Tol Pekanbaru-Dumai Disebut Hubungkan Berbagai Kawasan Produktif

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami