60 Persen Bangunan di Jakarta Ditargetkan Sudah Ramah Lingkungan di 2030

UANG | 13 Februari 2019 15:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - International Financial Corporation (IFC) menargetkan akan memiliki bangunan ramah lingkungan dengan total 60 persen dari keseluruhan bangunan di Jakarta pada 2030. Perhitungan ini sudah diprediksi berdasarkan timeline pembangunan green building yang sudah dicanangkan dari tahun 2010.

Indonesia Green Building Program Leader IFC Sandra Pranoto mengatakan, pada tahun 2010 lalu, konsep bangunan hijau sudah diperkenalkan. Pada 2015, Excellence in Design for Greater Efficiencies (Edge) diluncurkan. Edge merupakan standar bangunan hijau yang dikembangkan untuk menentukan apakah sebuah bangunan sudah termasuk ramah lingkungan atau belum.

"Sampai tahun 2018, sudah ada 339 bangunan hijau yang sudah tersertifikasi Edge di Jakarta dengan potensi penghematan energi hingga hampir USD 90 juta," ujar Sandra dalam acara Media Sharing Green Buildings in Indonesia: Maximizing Building Resources Efficiency di Jakarta, Rabu (13/2).

Pada 2012, regulasi Jakarta Green Building Code diluncurkan sebagai acuan bagi pelaksana konstruksi bangunan baik komersial maupun residensial yang hendak membangun bangunan dengan luas tertentu untuk menerapkan aturan bangunan hijau. Jika tidak memenuhi aturan, maka sanksinya, bangunan tersebut tidak akan memiliki IMB.

"Misalnya bangunan hotel dan rumah sakit lebih dari 20 ribu meter persegi, nah itu harus mengacu pada green building code. Kalau tidak, tidak dapat IMB," imbuhnya.

Menyusul Jakarta, Bandung juga menerapkan regulasi yang sama pada 2016 dibawah pimpinan Ridwan Kamil. Bedanya, ada tambahan bangunan yang harus mengikuti regulasi green building, yaitu rumah, sekolah dan bangunan ibadah. Selain itu, akan ada insentif bagi bangunan yang standarnya melebihi green building code, yaitu berupa pengurangan PBB, meskipun belum terimplementasi dengan sempurna.

Para investor dan developer juga tidak perlu bingung, dukungan finansial pun telah diusahakan oleh IFC. Tahun lalu, IFC menginvestasikan USD 150 juta untuk mendukung pembangunan yang concern terhadap isu perubahan iklim seperti green building. Kerja sama dilakukan bersama Bank OCBC. Dengan begitu, target 60 persen bangunan hijau di seluruh Jakarta secara perlahan dapat tercapai.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jasamarga Properti Gelontorkan Rp 1,2 Triliun Bangun 31 Rest Area
Untung Masyarakat dan Pengembang Terapkan Konsep Hunian Ramah Lingkungan
Kurangi 'Nongkrong' di Cafe, Milenial Bisa Cicil Apartemen Ini
Cicilsewa Tawarkan Solusi Pembayaran Sewa Properti
Penjualan Hunian Tinggi, Adhouse Optimis IPEX 2019 Capai Target Rp 6 Triliun

(mdk/azz)