8 Investor Tertarik Suntik Dana Segar ke Anak Usaha Jiwasraya

UANG | 14 November 2019 20:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan akan membantu manajemen baru dalam rangka menyehatkan kondisi keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Sejauh ini terdapat 8 calon investor yang tertarik menanamkan modalnya di anak usaha Jiwasraya.

Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil penawaran sejumlah calon mitra strategis (strategic partner) yang berminat menempatkan dana segarnya di anak usaha Jiwasraya yakni PT Jiwasraya Putra.

"Ada 8 perusahaan. Kita tunggu saja hasil penawaran mereka dan semoga bisa beres di Desember," ujar Gatot di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (14/11).

Dari 8 perusahaan tersebut, Gatot bilang, nantinya akan dipilih 1 perusahaan dengan penawaran terbaik yang sedianya bakal memegang saham Jiwasraya Putra.

Sementara itu, 4 BUMN lain mulai dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Pegadaian (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel telah tercatat sebagai pemegang saham Jiwasraya Putra, lantaran perusahaan-perusahaan tadi sudah berkomitmen membuka customer base dan distribution channels.

Di mana para pemegang saham Jiwasraya Putra pun nantinya akan memperoleh benefit melalui mulai dari diversifikasi bisnis, dividen hingga fee base income. "Jadi 4 BUMN yang sudah masuk tadi tidak menyetor uang ya. Mereka hanya membuka customer base dan distribution channels yang akan dimanfaatkan Jiwasraya Putra dalam menjual produknya," terang Gatot.

Seperti diketahui, pencarian strategic partner untuk Jiwasraya Putra digadang menjadi salah satu skema di dalam penyehatan kondisi keuangan Jiwasraya. Melalui skema ini, diharapkan akan mendatangkan dana segar yang dapat digunakan induk usaha dalam memenuhi kebutuhan likuiditasnya.

Selain strategic partner, pemerintah dan manajemen baru Jiwasraya juga telah merancang skema lain mulai dari pembentukan holding asuransi hingga penerbitan produk reasuransi. Dari skema ini, diharapkan akan mendatangkan total dana segar senilai Rp 8 triliun.

"Pemerintah dan manajemen baru akan terus menjaga amanah para nasabah. Semoga penyehatan (Asuransi Jiwasraya) bisa lebih cepat, mengingat proses ini perlu waktu, terima kasih kepada para pemegang polis yang berkenan untuk rejoin dan mohon untuk pemegang polis lainnya juga bisa bersabar," ujar Gatot.

1 dari 1 halaman

Menteri Erick Sepakat Kejaksaan Agung Ikut Selesaikan Masalah Jiwasraya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, sepakat pada usulan Kejaksaan Agung ikut menyelesaikan permasalahan di tubuh PT Asuransi Jiwasraya. Menurutnya, permasalahan di Jiwasraya harus diselesaikan secara komprehensif.

"Statement daripada DPR bagus. Bahwa investasi yang bodong atau yang ada kasus kasus hukum ya diharapkan kejaksaan agung membantu BUMN gitu kan," ujarnya saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11).

Menteri Erick melanjutkan permasalahan Jiwasraya tidak akan selesai jika hanya dilakukan perombakan direksi dan komisaris. Pun, jika hanya dilakukan penyuntikan modal segar.

"Kalau cuma nyuntik nyuntik saja hilang lagi buat apa," tuturnya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Strategi Anyar Axa Mandiri Genjot Kinerja di Kondisi Ekonomi Terkini
Menteri Erick Sepakat Kejaksaan Agung Ikut Selesaikan Masalah Jiwasraya
Hanwha Life Luncurkan Produk Bancassurance, Premi Dasar Hanya Rp200.000
Gandeng Bank IBK Indonesia, Hanwha Life Incar Premi Rp36,65 Miliar
Minimalisir Kerugian di Musim Kering, Jasindo Sarankan Petani Ikut Asuransi
Kemenkeu Sebut Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Sudah Sesuai Perhitungan
BCA Tawarkan Produk Baru untuk Asuransi Dana Pensiun