9 Strategi Kemenperin Wujudkan Substitusi Impor 35 Persen di 2022

9 Strategi Kemenperin Wujudkan Substitusi Impor 35 Persen di 2022
UANG | 20 November 2020 16:48 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian berkomitmen mewujudkan program substitusi impor mencapai 35 persen pada 2022. Terutama di tujuh sektor prioritas, yakni elektronik, kimia, otomotif, makanan dan minuman, tekstil dan busana, farmasi, serta alat kesehatan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko SA Cahyanyo mengatakan, setidaknya ada 9 langkah yang telah disiapkan untuk mewujudkan program strategis tersebut. Pertama, larangan terbatas untuk registrasi dan perizinan impor, minimum impor price (MIP), dan kuota impor.

"Penerapan MIP dilakukan negara-negara lain, seperti India untuk tekstil dan baja, Vietnam untuk keramik, Argentina untuk tekstil, dan Uni Eropa untuk solar panel," kata dia dalam Webinar Insan Bisnis dan Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA), Jumat (20/11).

Kedua, diberlakukannya preshipment inspection. Ketiga, pengaturan entry point pelabuhan untuk komoditi tertentu di luar pulau Jawa. Keempat, penambahan LSPro (Lembaga Sertifikasi Produk). Rinciannnya untuk Malaysia sebanyak 1, Jepang sebanyak 1, India 1, China 1, sementara Indonesia 69.

Strategi kelima, mengembalikan dari post-border ke border dan Rasionalisasi PLB (Pusat Logistik Berkat). Kemudian, menaikkan tarif MFN (Most Foreved Nation) untuk komoditi strategis.

Ketujuh, menaikkan implementasi trade remedies untuk safeguard, yakni China 1.020, Thailand 226, Filipina 307, Indonesia 102. Sedangkan, antidumping ialah India 280, Filipina 250, Indonesia 48 countervailing duty.

"Ke delapan, penerapan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri) secara tegas dan konsisten. Terakhir, pengerjaan bea keluar untuk beberapa komoditi primer dalam rangka menjamin kebutuhan bahan baku industri di dalam negeri," tukasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Kemenperin: Implementasi Industri 4.0 Buat RI Masuk 10 Negara Ekonomi Terbesar Dunia
UU Cipta Kerja Dinilai Mampu Tingkatkan Daya Saing Industri Manufaktur RI
Teken Perpres, Jokowi Tambah Jabatan Wakil Menteri Perindustrian
Dongkrak Daya Beli Konsumen, Kemenperin Ajukan Insentif Pembelian Kendaraan Baru
Kuartal III-2020, Industri Manufaktur Tumbuh 5,25 Persen
Kemenperin Target Substitusi Impor Bahan Baku Industri 15 Persen di 2021

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami