Ada Aksi 22 Mei, BI Hentikan Sementara Layanan Penukaran Uang

UANG | 22 Mei 2019 13:17 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menghentikan sementara layanan kas keliling penukaran uang untuk keperluan Lebaran di wilayah DKI Jakarta dan juga layanan kas titipan, karena kondisi yang kurang kondusif setelah terjadinya bentrokan aksi 22 Mei.

"Untuk layanan di luar kantor di wilayah Jakarta seperti penukaran uang dan kas titipan, dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan umum bersama bagi masyarakat, bank mitra dan BI, untuk hari ini ditiadakan dahulu. Kami harapkan besok bisa segera kondusif, dan akan dibuka lagi," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, dikutip Antara, Rabu (22 Mei).

Sementara itu, fungsi Bank Sentral tetap berjalan seperti biasa untuk menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan dan juga sistem pembayaran. "Layanan di Kantor BI tetap beroperasi seperti biasa dan tetap memantau situasi dan kondisi yang terjadi," ujar dia.

Diketahui, BI memang membuka layanan penukaran uang berupa kas keliling untuk keperluan Lebaran sejak 13 Mei hingga 1 Juni 2019 di berbagai titik di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, (Jabodetabek), termasuk di kawasan Monas, Jakarta Pusat. BI secara total menyiapkan ketersediaan uang tunai Rp217,1 triliun untuk Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Sedangkan total untuk seluruh Indonesia, BI menyediakan 2.895 lokasi penukaran uang. Lokasi penukaran uang di seluruh Tanah Air tersebar dari berbagai titik, termasuk di jalan tol sebagai sarana dan prasarana arus mudik, hingga daerah-daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Baca juga:
Tersedia 80.000 Uang Elektronik di Jalur Mudik, Saldo Maksimal Kini Bisa Rp2 Juta
Mudik 2019, BI Sediakan Ratusan Titik Isi Ulang E-Money di Rest Area Tol
5 Fakta Baru di Balik Lanjutan Perang Dagang dan Dampaknya Pada Ekonomi Indonesia
Dana Asing Kabur dari RI Akibat Perang Dagang Capai Rp11,3 Triliun
BI Prediksi Inflasi Ramadan 2019 Lebih Rendah
Pertumbuhan Ekonomi Meleset dari Target, BI Sebut Dampak Perang Dagang

(mdk/azz)