Ada Kasus Jiwasraya, OJK Kaji Ulang Izin Penjualan Produk Investasi di Bank

Ada Kasus Jiwasraya, OJK Kaji Ulang Izin Penjualan Produk Investasi di Bank
UANG | 26 Februari 2020 16:52 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengkaji ulang penjualan produk investasi melalui bank. Di antaranya produk kerja sama perusahaan asuransi dengan perbankan atau bancassurance menyusul kasus Jiwasraya.

"Ini harus diluruskan ke depan mana saja instrumen yang bisa dijual melalui bank. Kalau itu proteksi bolehlah, kalau investasi nanti dulu akan kami lihat instrumen investasi apa yang boleh dijual di bank," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dikutip Antara di Jakarta, Rabu (26/2).

Menurut dia, tidak ada produk reksadana yang memberikan jaminan imbal hasil karena selain dari harga, instrumennya termasuk saham itu juga kerap mengalami gejolak atau volatile.

OJK tidak menghapus produk tersebut namun meminta agar skema diubah menjadi non guaranteed return.

"Bukan dibubarkan, dia yang skema produk itu tolong dikembalikan dulu, abis itu jadi kontrak baru menjadi non guarantee return," katanya kepada wartawan.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyebut potensi kerugian negara dari kasus gagal bayar Jiwasraya mencapai Rp13,7 triliun.

1 dari 1 halaman

Langgar Tata Kelola Perusahaan

kelola perusahaan rev1

Potensi kerugian itu timbul karena adanya tindakan melanggar prinsip tata kelola perusahaan menyangkut pengelolaan dana yang dihimpun melalui program asuransi saving plan. Produk tersebut menawarkan bunga yang tinggi hingga 13 persen.

Adapun penempatan Investasi asuransi BUMN itu di antaranya saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Dari jumlah itu, sebesar 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik dan 95 persen ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selain itu, korporasi juga berinvestasi di reksadana sebanyak 59,1 persen persen senilai Rp14,9 triliun.

Dari jumlah itu, sebanyak 98 persen dikelola manajer investasi berkinerja buruk. (mdk/idr)

Baca juga:
Bos OJK: Dampak Kasus Jiwasraya Kecil Sekali dan Segera Kita Selesaikan
Erick Thohir: Kasus Jiwasraya Sebuah Kebobrokan yang Harus Kita Setop
Erick Thohir Masih Kaji Besaran Suntikan Dana untuk Jiwasraya
Sri Mulyani Tunggu Kajian Erick Thohir Terkait Suntikan Uang Negara untuk Jiwasraya
Komisi VI DPR Bantah Tutup-tutupi Proses Hukum Jiwasraya
DPR Apresiasi Penangkapan Konglomerat Terkait Kasus Jiwasraya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami