Ada Kerusuhan di AS, Rupiah Menguat ke Level Rp14.460 per USD

Ada Kerusuhan di AS, Rupiah Menguat ke Level Rp14.460 per USD
UANG | 2 Juni 2020 13:22 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stagnan di perdagangan hari ini, Selasa (2/6). Pagi tadi, rupiah dibuka di level Rp14.485 per USD, atau dibuka menguat dibanding perdagangan sebelumnya di Rp14.610 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus menguat ke level 14.460 per USD, kemudian terus bergerak stagnan. Meski melemah, namun pelemahan sangat tipis. Saat ini, Rupiah berada di level Rp14.460 per USD.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, hari ini rupiah mungkin bisa mendapatkan dorongan penguatan terhadap dolar AS karena kondisi demo rusuh di AS yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi AS.

"Selain itu, pasar juga masih merespons positif rencana pembukaan kembali sebagian aktivitas ekonomi di tengah pandemi yang masih berlangsung," ujar Ariston dikutip Antara, Selasa (2/6).

Namun di sisi lain, potensi perang dagang AS dan China bisa menahan penguatan tersebut. Ada kabar dari sumber Reuters bahwa kemungkinan pemerintah China menunda pembelian barang pertanian dari AS.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi bergerak menguat di kisaran Rp14.500-Rp14.450 per USD dan resisten Rp14.700 per USD. Pada Jumat (29/5) lalu, rupiah ditutup menguat 105 poin atau 0,71 persen menjadi Rp14.610 per USD dari sebelumnya Rp14.715 per USD.

1 dari 1 halaman

Demo Rusuh di AS

di as rev1

Kematian George Floyd memicu kemarahan warga AS tentang polisi yang selama ini membunuhi warga kulit hitam dan memperparah isu rasisme dan ketidakadilan di AS.

Floyd menjadi sosok korban setelah sebelumnya ada kasus serupa yang dialami Michael Brown, Eric Garner, dan yang lainnya. Rangkaian peristiwa sebelumnya memicu munculnya Gerakan Black Lives Matter setelah kematian Trayvon Martin pada 2012.

Presiden Donald Trump mengatakan mempertimbangkan untuk mengirim pasukan Garda Nasional untuk mengatasi kerusuhan di sejumlah daerah.

Trump menyebut para pengunjuk rasa dengan sebutan "preman" dan mengatakan mereka seharusnya ditembak.

"Kesulitan apa pun dan kami akan mengambil alih kendali tetapi ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Terima kasih!" kicaunya di Twitter.

Twitter kemudian menandai kicauan itu dan menyembunyikan teksnya, mengatakan kicauan itu melanggar aturan platform media sosial yang mendukung tindakan kekerasan. (mdk/azz)

Baca juga:
RI Siap Sambut Kenormalan Baru, Rupiah Ditutup Menguat di Rp 14.610 per USD
Sempat Melemah, Rupiah Bergerak Menguat di Level Rp14.657 per USD
Gubernur BI Catat Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp14.670 per USD
Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Diprediksi Melemah
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.755 per USD
Rupiah Diprediksi Menguat Usai Pelonggaran Lockdown di Sejumlah Negara

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5