Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik Jakarta Saat Lebaran Diprediksi Lebih Tinggi

Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik Jakarta Saat Lebaran Diprediksi Lebih Tinggi
UANG | 22 Mei 2020 16:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Perusahaan Listrik Negara atau PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Disjaya) memperkirakan, konsumsi listrik saat idul fitri 2020 lebih tinggi 30,31 persen dibanding momen yang sama pada tahun lalu.

General Manager PLN UID Disjaya, Doddy B Pangaribuan mengatakan, beban puncak listrik Jakarta pada Idul Fitri 2020 diperkirakan mencapai 3.508,31 Mega Watt (MW).

"Idul fitri sendiri bisa kita lihat perkiraan beban puncak 3.508,31 MW," kata Doddy saat memberikan keterangan pers secara virtual, di Jakarta, Jumat (22/5).

Menurut Doddy, meningkatnya konsumsi listrik di Jakarta saat idul fitri merupakan dampak positif dari larangan mudik lebaran oleh pemerintah, untuk memutus penularan virus corona baru (Covid-19).

"Bagi kami ada berkahnya larangan mudik sehingga naik 30,31 persen," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Kondisi Normal

rev1

Doddy mengungkapkan, dalam kondisi normal belum terjadi pandemi Covid-19 biasanya konsumsi listrik Jakarta ketika Lebaran turun hingga 50 persen dari konsumsi normal pada kisaran 5 ribu MW.

"Saat kondisi normal itu turun bisa sampai 50 persen, orang mudik, kantor tutup, pabrik tutup bisnis berkurang, untuk tahun ini tidak sampai dalam 50 persen," tutupnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik Jakarta Saat Lebaran Diprediksi Lebih Tinggi
Diskon dan Tarif Listrik Gratis PLN Akan Diperpanjang Hingga September 2020
Menteri Erick Minta PLN Perpanjang Pemberian Diskon dan Listrik Gratis
PLN Kembali Catat Meter Listrik ke Rumah Pelanggan Mulai Akhir Bulan Ini
Pelanggan PLN Sudah Bisa Dapat Diskon dan Gratis Tarif Listrik Mei, Simak Caranya
Penjelasan PLN Kenapa Rumah Tak Dihuni Tagihannya Naik

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami