Ada Pembatasan Sosial, Bos BI Ramal Inflasi Ramadan 2020 Diprediksi Lebih Rendah

Ada Pembatasan Sosial, Bos BI Ramal Inflasi Ramadan 2020 Diprediksi Lebih Rendah
UANG | 9 April 2020 20:09 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memprediksi inflasi pada bulan Ramadan 2020 masih akan tetap terjadi meski ada pandemi virus corona. Namun demikian, inflasi Ramadan 2020 diramal akan lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya memang kalau Ramadan naik tapi tingkat kenaikannya jauh akan lebih rendah dibandingkan zaman dulu, waktu normal-normal saja," kata Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (9/4).

Menurut Perry, ini dipicu karena adanya kebijakan pembatasan sosial dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Pembatasan sosial ini jadi faktor utama penurunan kenaikan inflasi di masa bulan Ramadan hingga musim Lebaran nanti.

Berdasarkan hasil survei pemantauan harga sampai minggu kedua bulan April, Perry memperkirakan inflasi tetap terkendali rendah. Sekitar 2,90 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

"Ya memang biasanya (meningkat) tapi kan ada pembatasan sosial," kata Perry.

Baca Selanjutnya: Tak Ada Mudik Lebaran...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami