Ada Program B20, Indonesia Sudah Tak Perlu Impor Solar

UANG | 3 Mei 2019 15:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim bahwa produksi solar dalam negeri sudah cukup memenuhi kebutuhan. Ini disebabkan karena program campuran solar dengan 20 persen biodiesel (B20) berjalan dengan baik.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, saat ini Indonesia sudah tidak mengimpor solar, sebab kebutuhannya sudah dicukupi dari dalam negeri

"Solar sudah nggak impor," kata Djoko di Jakarta, Jumat (3/5)

Menurut Djoko, kebutuhan solar dapat dipenuhi dari dalam negeri, sebab program B20 berjalan dengan baik. Untuk diketahui, program B20 mengurangi porsi solar karena 20 persennya digantikan biodiesel.

"Karena B20 berjalan dengan baik, selebihnya tanya ke Pertamina," tegasnya.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan, saat ini pasokan solar dengan kebutuhan dalam negeri sudah berimbang. Namun, Pertamina masih Memiliki kontrak jangka panjang pengadaan solar. Sehingga meski pasokan dalam negeri sudah cukup, impor solar tidak bisa langsung dihentikan.

"Masih balance, cuma begini ngertikan ada yang longterm dan apa, kalau link internasional tak bisa langsung stop. Tetapi itu secara kebutuhan dan produksi sudah cukup tapi untuk jenis 2500 ppm," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Produsen Biofuel Ujicoba B30, Ditarget Selesai September 2019
Realisasi B20 Kuartal I 2019 Capai 6,2 Juta KL
Menko Luhut Optimis Bisa Segera Terapkan B100
Kendaraan Penguji Biodiesel 100 Persen Sukses Capai 6.000 Km
Mentan Amran Sebut B100 Jadi Perlawanan Diskriminasi Kelapa Sawit Uni Eropa
Mentan Amran Sebut Penggunaan B100 Bisa Hemat Devisa Rp 150 Triliun

(mdk/idr)