Ada Tekanan Ekonomi Global, Pemerintah Janji Beri Pelaku Usaha Ruang Gerak

UANG | 16 November 2019 13:30 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan kerjasama antara pemerintah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan. Apalagi dalam menghadapi tekanan pelemahan ekonomi global.

"Karena kalau tidak, pemerintah mungkin khawatir dengan shortfall penerimaan dan dalam situasi seperti ini, instruksinya adalah kejar pajak sampai di mana pun, sampai kapan pun, maka akan mengejar sampai ke seluruh hal," kata dia, di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Jumat (15/11) malam.

Pemerintah, lanjut dia, mengakui bahwa dalam tekanan ekonomi global seperti sekarang, pelaku usaha membutuhkan ruang bergerak. Karena itu, pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang di satu sisi menjaga penerimaan, tapi sisi lain mendukung keberlangsungan usaha.

"Kita selalu menyampaikan pesannya, kami tahu dunia sedang sedang mengalami tekanan. Kita melihat, dan kita memahami kalau penerimaan pajak menurun. Namun itu tidak berarti kami tidak melakukan pekerjaan ekstensifikasi dan intensifikasi. Namun itu dilakukan dengan perhitungan," jelas dia.

"Kita coba untuk terus mengumpulkan pajak sehingga kita memiliki penerimaan pajak yang setara dengan negara-negara yang sama dengan kita atau bahkan lebih baik namun tanpa menimbulkan back fire," tambahnya.

Jika pemerintah terlampau gencar mengejar pajak, maka alih-alih meningkatkan perekonomian, kebijakan tersebut justru menurunkan kinerja ekonomi nasional.

"Dan itu sesuatu yang tidak ingin terjadi pada saat kita menghadapi siklus bisnis yang sedang menurun. Namun, di sisi lain kita juga harus menjaga keberlangsungan dari APBN."

1 dari 1 halaman

Menteri Sri Mulyani Ingatkan Pengusaha, Kerap Akali Pajak Bakal Hambat Usaha

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan saling percaya antara pemerintah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan dalam membangun ekonomi. Termasuk dalam hal membayar pajak.

Jika pelaku usaha sadar akan kewajiban pajaknya, maka mereka akan tenang dalam menjalankan usaha dan mengembangkan bisnis.

"Jika mereka memiliki trust dan confidence maka mereka akan menyalurkan semua energi dan pikirannya untuk mengembangkan usaha bukan untuk mengakali peraturan," ujar dia, di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Jumat (15/11) malam.

Sebaliknya, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, jika pelaku bisnis tidak memiliki kesadaran juga kerelaan untuk memenuhi tanggung jawab, maka hal tersebut bisa mengganggu proses bisnis.

"Kalau dia 24 jam, 7 hari seminggu, para pengusaha itu sebagian besar waktu memikirkan bagaimana bisa menciptakan nilai tambah, inovasi, ekspansi usaha, maka ekonomi juga akan maju," urai dia.

Selain itu, hal tersebut akan membuat relasi antara pemerintah, dalam hal ini institusi pemungut pajak dengan pelaku usaha menjadi tidak akrab dan penuh kecurigaan.

"Tapi kalau bagaimana mengakali aturan, bagaimana kita bisa hiding (pajak), menghindari maka itu menjadi usaha yang merugikan ekonomi dan menciptakan juga bagi pemerintah untuk selalu curiga juga," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Menteri Sri Mulyani Cita-Cita Ciptakan Sistem Pajak 'Zero Complaint'
Menteri Sri Mulyani Ingatkan Pengusaha, Kerap Akali Pajak Bakal Hambat Usaha
Wujudkan Indonesia Maju, Menteri Sri Mulyani Ajak Masyarakat Sadar Pajak
Mulai Desember, Bea Balik Nama di Jakarta Naik Jadi 12,5 Persen
Tak Mau Uang Diatur Pemerintah, Miliuner Marah & Protes Wacana Pajak Tambahan
Kemenkeu: Insentif Pajak 2018 Capai Rp220 Triliun
Antisipasi Pajak Tak Capai Target, DPR Minta Kemenkeu Siapkan Mitigasi Risiko