Ada Virus Corona, Anggaran Gemuk Kemhan Jadi Sorotan

Ada Virus Corona, Anggaran Gemuk Kemhan Jadi Sorotan
UANG | 11 Juli 2020 07:41 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengkritisi adanya anggaran gemuk di tubuh Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Ironisnya, dia menilai realokasi anggaran kementerian milik Prabowo Subianto itu terbilang irit dibandingkan kementerian/lembaga lainnya.

Tercatat, realokasi anggaran Kemenhan baru dipangkas pemerintah sebesar Rp9 triliun untuk penangan pandemi Covid-19. Sehingga dari total anggaran 2020 Rp131 triliun, masih tersisa Rp122 triliun sampai sekarang.

"Kemenhan menjadi salah satu kementerian tertinggi anggaran yang dimilikinya sampai Rp100 triliun lebih. Tapi baru direalokasi Rp9 triliun seharusnya bisa dikurangi lagi," Demikian dikatakannya dalam diskusi virtual Indef via Zoom, Jumat (10/7).

Menurutnya, hal itu berbanding terbalik dengan kehendak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala negara menginginkan menterinya mempunyai sense of crisis atau merasa laiknya kondisi negeri seperti krisis akibat pandemi ini.

1 dari 1 halaman

Dorong Pemangkasan Anggaran K/L Proporsional

anggaran kl proporsional rev2

Padahal, sambung Faisal, untuk memerangi pandemi ini pemerintah membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Maka, dia meminta pemerintah lebih harus cermat dalam melakukan realokasi anggaran.

Antara lain, pemangkasan anggaran di kementerian/lembaga harus proporsional dan terukur. Yakni melihat urgenitas program mana yang harus ditunda atau dilanjutkan di tengah pandemi ini.

"Memang untuk biaya perang-perang ataupun persenjataan itu perlu. Tapi ini bisa dikendurkan dulu, paling penting menghentikan pandemi dulu," tukasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
DPR Minta Kemenhan Pertimbangan Beli Pesawat MV-22 Osprey Block C
Kementerian Dipimpin Prabowo Miliki Aset Dengan Nilai Tertinggi Capai Rp1.645,56 T
Ditugasi Kembangkan Food Estate di Kalteng, Prabowo Dinilai Sedang Diuji Jokowi
Kemhan Klaim 85 Persen Anggaran Dibelanjakan ke Perusahaan Dalam Negeri
Dahnil: Kemhan Fokus Covid-19, Belanja Alutsista cuma yang Urgent
Wamenhan: Miliki Senjata Tanpa Kekuatan Pangan, Akan Kocar Kacir Juga
Raker Tertutup, Prabowo Mengaku Fraksi di DPR Dukung Perkuat TNI

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami