Ada Wabah Corona, Berapa Besar Dana Tak Terduga yang Harus Disiapkan?

Ada Wabah Corona, Berapa Besar Dana Tak Terduga yang Harus Disiapkan?
UANG | 1 April 2020 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Mewabahnya virus corona telah mempengaruhi perekonomian beberapa negara, termasuk Indonesia. Social distancing, karantina, hingga lockdown sudah dilakukan beberapa negara untuk mencegah penyebaran virus ini.

Sejak munculnya wabah tersebut, banyak perusahaan-perusahaan yang merugi hingga memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk itu, penting bagi masyarakat memiliki perencanaan mengenai dana tak terduga dalam menghadapi situasi ekonomi seperti ini.

Perencana keuangan bersertifikat Carrie Schwab-Pomerantz dan Kelly Crane memberikan tips mengenai berapa besar dana tak terduga yang harus disiapkan selama ketidakpastian ekonomi akibat virus corona. Berikut tipsnya, dilansir CNBC Make It.

1 dari 3 halaman

Persiapkan untuk 6 Bulan ke Depan

6 bulan ke depan

Dengan mempertahankan pengeluaran selama tiga hingga enam bulan di rekening tabungan, Anda mencapai keseimbangan yang baik antara memiliki cukup uang tetapi tidak mengorbankan potensi pertumbuhan yang Anda peroleh dari menginvestasikan uang Anda.

Jika Anda tidak mendapatkan pensiun dan pekerjaan tetap, akan sangat baik jika menerapkan sistem ini. Dengan begitu, keuangan Anda tetap stabil meski ada wabah ini.

2 dari 3 halaman

Pensiun

Jika Anda pensiunan, maka Anda harus memiliki dana tak terduga hingga 2 tahun. Schwab-Pomerantz mengatakan, hal ini bisa dilakukan saat perekonomian baik maupun buruk.

"Sifat pasar saham adalah naik dan turun. Anda tidak pernah tahu persis kapan itu akan terjadi, jadi ini benar-benar tentang bersiap untuk segalanya dan apa saja," katanya.

3 dari 3 halaman

Tergantung Kebutuhan

Meski demikian, tidak ada jawaban berapa banyak uang yang harus Anda miliki dalam tabungan. Sebab, hal itu tergantung dari situasi dan kondisi masing-masing orang. Seperti usia Anda, pekerjaan, ketika Anda berencana untuk pensiun dan toleransi Anda terhadap risiko.

Maka dari itu, Anda harus menghitung sendiri berapa banyak uang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan Anda. Jika kebutuhan terus meningkat, maka Anda harus bekerja keras agar semua bisa tercukupi ke depannya. (mdk/azz)

Baca juga:
5 Tips Jitu Kelola Keuangan Agar Tak Sengsara di Masa Tua
5 Tips Atur Keuangan saat Wabah Datang
5 Strategi Investasi di Tengah Pandemi Virus Corona
Redam Dampak Corona, Ini yang Harus Dilakukan Perusahaan untuk Karyawannya
Bisnis Ini Tetap Bisa Dilakukan Meski Ada Virus Corona
4 Hal yang Bisa Dilakukan Pengusaha Agar Sistem Kerja di Rumah Efektif

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami