Adhi Karya ingin bikin anak usaha garap Monorail Jabodetabek

UANG | 18 September 2014 15:54 Reporter : Nurul Julaikah

Merdeka.com - PT Adhi Karya Tbk berencana mengembangkan bisnis di infrastruktur transportasi. Pihaknya, bakal menggandeng BUMD dan BUMN lainnya untuk membentuk anak usaha. Pembentukan anak usaha tersebut nantinya akan menggarap proyek monorail yang mengintegrasikan Jabodetabek.

"Ini guna mengatasi kemacetan Jakarta, karena kemacetan terjadi dari sub urban ke urban. Kita pakai konsultannya dapat indikasi bahwa trafic besar dari arah Bogor-Bekasi dan Jakarta-Bekasi-Bogor. "ujar Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, M. Aprindy di acara summit investor and market capital 2014, Jakarta, Kamis (18/9).

Dia mengaku pihaknya mengajukan pengerjaan trayek Bekasi timur-Cawang dan Cibubur-Cawang-Kota dan Palmerah-Pluit. Selain itu, menghidupkan kembali tiang-tiang yang mangkrak sepanjang senayan. "Kita sudah mengajukan ke Pemda DKI semacam kesepakatan terhadap trase-trase tersebut," kata dia.

Proyek monorail sepanjang 65 kilometer ini, masih dihitung total dana yang akan dianggarkan. Perseroan bakal mengusahakan pendanaan 30 persen dari BUMN, BUMD. "Berapa share yang akan diberikan oleh Adhi Karya pada saatnya akan discus berapa total keseluruhan proyek," jelas dia.

Di sisi lain, proses perubahan AD/ART bahwa bisnis masuk ke perkeretaapian, dalam proses persetujuan sudah sampai ke Menteri Koordinator Perekonomian dan menunggu Perpres untuk segera mengerjakan pembangunan monorail. "Ini sudah disetujui Kemenhub, dan menunggu Menko untuk dikeluarkan Perpres baru mulai pembangunan."

Hingga Agustus 2015, perusahaan pelat merah ini berhasil memperoleh proyek baru sebesar Rp 4,5 triliun. Kontrak baru tersebut banyak didominasi oleh proyek gedung 57 persen, jalan dan jembatan 19 persen dan sisanya proyek infrastruktur lain. Dengan rincian, proyek swasta 44 persen, APBN 24 persen dan BUMN dan BUMD 18 persen.

Beberapa proyek yang tengah dikerjakan, antara lain pembangunan RSUD Kota Banjarbaru Rp 199,1 miliar, penguatan dermaga Tanjung Priok senilai Rp 135,9 miliar dan proyek Jetty dan Coal Handling milik PT Pusri Palembang senilai Rp 154 miliar.

(mdk/arr)