Adhi Karya Rombak Jajaran Komisaris Perusahaan

UANG | 10 Mei 2019 16:58 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adhi Karya memutuskan mengubah dan merombak jajaran komisaris perusahaan. Rapat ini memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat, Muchlis Rantoni Luddin sebagai Komisaris Independen dan mengangkat Abdul Muni sebagai Komisaris Independen.

Selain itu, RUPST perusahaan juga memutuskan untuk mengangkat kembali Pundjung Setya Brata sebagai Direktur Operasi 2.

Mengutip keterangan resmi perusahaan, berikut susunan keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi Adhi Karya berdasarkan hasil keputusan RUPST 9 Mei 2019.

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : M. Fadjroel Rachman

Komisaris : Bobby A.A. Nazief

Komisaris : Wicipto Setiadi

Komisaris : Rildo Ananda Anwar

Komisaris Independen : Hironimus Hilapok

Komisaris Independen : Abdul Muni

Direksi

Direktur Utama : Budi Harto

Direktur Operasi 1 : Budi Saddewa Soediro

Direktur Operasi 2 : Pundjung Setya Brata

Direktur Keuangan : Entus Asnawi Mukhson

Direktur SDM : Agus Karianto

Direktur Quality, Health, Safety and Environment dan Pengembangan : Partha Sarathi

Selain itu, Adhi karya mencatatkan kontrak baru senilai Rp 3,9 triliun hingga April 2019. Realisasi kontrak baru tersebut diraih mayoritas berasal dari lini bisnis konstruksi dan EPC sebesar 81 persen sedangkan sisanya sebesar 19 persen merupakan proyek-proyek dari lini bisnis lainnya.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari swasta/lainnya sebanyak 7 persen, BUMN tercatat 86 persen sementara APBN/APBD sebesar 7 persen. Sedangkan berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari gedung sebanyak 69 persen, dermaga 6 persen, jalan dan jembatan 2 persen, serta infrastruktur lainnya sebesar 23 persen.

Sesuai penugasan ADHI pada Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2015 beserta perubahannya, telah dilaksanakan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit wilayah Jabodebek tahap I dengan nilai pekerjaan sebesar Rp22,8 triliun (sudah termasuk pajak) yang meliputi:

Lintas Pelayanan 1: Cawang – Cibubur

Lintas Pelayanan 2: Cawang – Kuningan – Dukuh Atas dan

Lintas Pelayanan 3: Cawang – Bekasi Timur.

Sampai dengan 3 Mei 2019, progres pelaksanaan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan / Light Rail Transit wilayah Jabodebek Fase I telah mencapai 61,9 persen, di mana rincian untuk progres pada setiap lintas pelayanannya adalah Cawang – Cibubur sebesar 81,7 persen, Cawang – Kuningan – Dukuh Atas mencapai 50,7 persen dan Cawang – Bekasi Timur mencapai 56,0 persen. Pelaksanaan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan / Light Rail Transit wilayah Jabodebek Fase I direncanakan selesai pada tahun 2021.

Baca juga:

Tol Solo - Yogyakarta Dibangun Tahun Ini

Anak Usaha Adhi Karya Bangun SPAM Dumai Senilai Rp 489 Miliar

Pengguna KRL Meningkat, Jalur Kereta Layang DKI Rp 15 T Mulai Dibangun 2020

Bayar Tagihan Proyek LRT ke Adhi Karya, PT KAI Masih Tunggu Audit BPKP

Adhi Karya Targetkan Pembebasan Lahan Depo LRT Bekasi Selesai April

Kontruksi LRT Jabodebek Pecahkan Dua Rekor Dunia

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT