Ahok Dikabarkan Jadi Bos Pertamina, Ini Kata Erick Thohir

UANG | 14 November 2019 11:58 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan penetapan direktur utama perusahaan BUMN akan dilakukan awal Desember 2019, termasuk Pertamina. Satu nama yang disebut-sebut bakal mengisi posisi bos Pertamina adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Segera mungkin awal Desember," kata Erick di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).

Erick mengatakan BUMN yang memiliki 142 perusahaan sedang membutuhkan figur pendobrak seperti Ahok. Karenanya, Ahok dipandang cocok untuk memimpin perusahaan pelat merah itu.

"Kita harapkan ada perwakilan-perwakilan yang memang punya track record pendobrak, tidak artinya salah dan benar tapi untuk mempercepat dari pada hal-hal yang sesuai diarahkan. Yaitu satu, bagaimana menekan daripada energi. Juga bersama membuka lapangan kerja dengan cara berpartner," jelasnya.

"Ya saya rasa beliau tokoh yang konsisten, track record-nya jelas bisa terus membangun," sambung Erick.

Meski demikian, Erick belum mau membeberkan jabatan yang akan diembankan kepada Ahok. Apakah mantan Gubernur DKI Jakarta itu bakal menduduki kursi direktur utama atau komisaris Pertamina.

"Saya tidak bisa jawab," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Jabatan Ahok Masih dalam Proses

Presiden Jokowi mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih mengikuti seleksi untuk menjadi bos di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut dia, Ahok bisa menjadi komisaris ataupun direksi.

"Bisa dua-duanya. Ini pake proses seleksi. Masih dalam proses," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis (14/11).

Meski demikian, Jokowi tak menjawab tegas saat ditanya awak media apakah Ahok menjadi direksi BUMN atas usulan dirinya. Dia tak mau menjawab banyak sebab saat ini Ahok harus menjalani proses seleksi terlebih dahulu.

"Ini kan masih proses seleksi," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga tak mau menjawab saat ditanya soal penempatan Ahok di BUMN. Dia meminta agar hal itu ditanyakan langsung kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

"Itu sangat teknis, tanyakan ke menteri BUMN," ucap Jokowi.

Saat ditanya soal peluang mantan rekan kerjanya itu menjadi bos BUMN, Jokowi menyinggung soal kinerja Ahok selama ini. Ahok diketahui merupakan wakil gubernur saat Jokowi menjabat sebagai gubernur DKI pada 2012 silam.

"Kita tahu kinerjanya. Nanti penempatan nya di mana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN," jelas Jokowi.

2 dari 2 halaman

Alasan Ahok Masuk BUMN

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyebut Ahok merupakan salah satu putra terbaik bangsa. Dia pun percaya Ahok layak diberikan kesempatan.

Ketika ditanya apakah penunjukan Ahok atas permintaan Presiden Joko Widodo, Budi berkata sang presiden memang menginginkan putra-putri terbaik bangsa untuk meningkatkan performa ekosistem BUMN.

"Kita membutuhkan banyak talent-talent, putra-putri terbaik bangsa untuk bisa bergabung dengan BUMN (untuk) menjalankan amanah presiden yang disampaikan oleh Pak Menteri," ujar Budi. (mdk/azz)

Baca juga:
Jokowi Soal Jabatan Ahok di BUMN: Masih Dalam Proses
Waketum Gerindra Nilai Ahok Cocok Jadi Dirut BUMN, Tantangannya Hadapi Mafia Rente
Jika Jadi Dirut BUMN, Ahok Diminta Ubah Gaya Komunikasi
Perjalanan Bisnis dan Politik Ahok yang Bakal Jadi Bos BUMN Strategis
Wamen BUMN: Ahok Belum Tentu Jadi Dirut
Kursi Empuk untuk Ahok di BUMN