Airlangga Sebut Peningkatan PMI Manufaktur Berkat Diskon Pajak Mobil

Airlangga Sebut Peningkatan PMI Manufaktur Berkat Diskon Pajak Mobil
Ekspor mobil Tanjung Priok. ©2017 merdeka.com/arie basuki
EKONOMI | 7 April 2021 11:49 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 53,2 pada Maret 2021. Peningkatan PMI manufaktur ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sejak survei ini dimulai pada April 2011.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarti mengatakan, peningkatan PMI manufaktur Tanah Air tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah. Salah satunya yakni kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP).

"Kita lihat penjualan otomitif meningkat terutama dengan tambahan fasilitas PPNBM yang di nol kan," kata Airlangga dalam Webinar Indonesia Bangkit, secara virtual, Rabu (7/4).

Seperti diketahui, pemerintah memberikan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc di bawah 1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2. Hal ini dilakukan karena pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor di atas 70 persen.

Pemberian insentif ini akan dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, di mana masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan. Insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, lalu diikuti insentif PPnBM sebesar 50 persen dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua, dan insentif PPnBM 25 persen dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.

Tak sampai di situ, Pemerintah juga kembali memperluas kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) hingga kendaraan dengan kapasitas mesin 2.500 cc, berlaku mulai 1 April 2021. Hal ini guna mendorong penjualan kendaraan bermotor roda empat (KBM-R4) produksi dalam negeri. (mdk/azz)

Baca juga:
Menperin: PMI Manufaktur Indonesia Capai Level Tertinggi dalam 10 Tahun
Menperin: Revolusi Industri 4.0 Dorong Kemajuan Sektor Manufaktur
Dulu Kalah dengan China dan Mesir, Produsen Karpet Surabaya Kini Kuasai Pasar
Indeks PMI Manufaktur Maret 2021 Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir
Gaikindo: Relaksasi PPnBM Bisa Bikin Penjualan Kembali ke 80.000 Unit per Bulan
Melihat UMKM Konveksi Desa Curug yang Mampu Bertahan di Masa Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami