Airlangga Soal Neraca Dagang Surplus: Tetap Waspada di Semester II-2022

Airlangga Soal Neraca Dagang Surplus: Tetap Waspada di Semester II-2022
Menko Airlangga Hartarto. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 15 Agustus 2022 16:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI surplus USD4,22 miliar di Juli 2022. Capaian ini memperpanjang rekor surplus neraca perdagangan selama 27 bulan berturut-turut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, surplus neraca perdagangan tersebut jadi bukti bahwa ekonomi nasional tetap bisa tumbuh menguat di tengah situasi global yang tidak kondusif.

"Tentu ini sangat positif karena hasilnya baik yang diumumkan. Ini tentu membuat fundamental ekonomi kita relatif kuat, dengan harga komoditas yang masih terjaga. Selama 27 bulan surplus itu juga tunjukan resiliensi daripada ekspor Indonesia ke pasar global. Sekaligus mendukung supply chain untuk pasar global," ujar Airlangga di The Ritz-Carlton Jakarta, Senin (15/8).

Kendati begitu, Airlangga menegaskan pemerintah tak mau berpuas diri. Sebab, masih banyak setumpuk pekerjaan rumah yang harus dihadapi pada semester II-2022 ini hingga tahun mendatang.

"Tahun depan kita tidak melihat banyak hal yang bisa mengubah situasi hari ini. Namun tetap yang harus kita waspadai adalah di semester kedua. Tentu terkait dengan pangan yang sangat tergantung pada cuaca. Jadi itu yang harus kita pelajari. Demikian juga ketidakpastian di Eropa yang tentu akan mempengaruhi energi, termasuk komoditasnya di semester kedua," imbuhnya.

Sebagai catatan, meskipun Indonesia tetap membukukan surplus neraca perdagangan USD 4,22 miliar per Juli 2022 ini, namun jumlahnya mengecil dibanding bulan sebelumnya. Adapun pada Juni 2022, neraca dagang RI tercatat surplus USD 5,09 miliar.

Pada surplus kali ini, nilai impor mengalami kenaikan sekitar 1,64 persen secara bulanan atau month to month (mtm) dibanding Juni 2022, yang sebesar USD 21 miliar. Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia secara bulanan pada Juli 2022 juga terpangkas sebesar 2,20 persen, dari sebelumnya USD 26,15 miliar per Juni 2022 menjadi USD 25,57 miliar pada Juli 2022.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Neraca Perdagangan RI Surplus 27 Bulan Berturut-turut
Neraca Perdagangan RI Tembus USD24,8 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
26 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan Juni 2022 Kembali Surplus
BI Optimis Neraca Pembayaran Surplus di Kuartal II-2022
Neraca Dagang Surplus 25 Bulan Berturut-turut, ini Keuntungan untuk Ekonomi Indonesia
Mei 2022, Neraca Perdagangan Surplus 25 Bulan Berturut-turut

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini