Ajarkan 5 Hal Ini Agar Anak Anda Pintar Mengatur Keuangan

Ajarkan 5 Hal Ini Agar Anak Anda Pintar Mengatur Keuangan
UANG | 7 April 2020 07:00 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Sangat penting bagi orangtua mengajarkan anak-anak mengenai pengaturan keuangan sejak dini, mulai dari taman kanak-kanak hingga mereka remaja. Hal ini akan membuat anak Anda meminimalisir kesalahan finansial saat mereka dewasa.

Penulis buku terkenal, Michael Yadney mengaku menyesal karena tidak memprioritaskan literasi keuangan anak-anaknya. Saat ini, usianya sudah 67 tahun, sedangkan anak-anaknya sudah besar dan masing-masing dari mereka sudah memiliki anak.

Dia pun memberikan hal-hal apa saja yang harusnya diajarkan orangtua kepada anak-anak, dilansir CNBC Make It.

1 dari 5 halaman

Ajarkan Anak Menunggu

menunggu

Anak-anak perlu belajar bahwa jika mereka benar-benar menginginkan sesuatu, mereka harus menunggu sampai mereka menabung cukup banyak untuk membelinya sendiri.

Masalahnya adalah kita semua menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita, itulah sebabnya perangkap umum bagi orang tua adalah memberi anak-anak mereka segala. Trampolin di halaman belakang, pakaian baru setiap musim, mainan baru setiap akhir pekan.

Kesabaran adalah kuncinya. Alih-alih membeli mainan hingga ratusan ribu rupiah untuk anak Anda, minta mereka menabung Rp 10.000 per minggu selama satu bulan. Mereka akan menghargai dan menghargai mainan itu jauh lebih banyak karena mereka bekerja ekstra keras untuk mendapatkannya.

2 dari 5 halaman

Menabung

Memupuk kekayaan dengan menabung memang memerlukan waktu yang lama. Itu lah yang harus diajarkan kepada anak-anak. Sehingga, mereka akan mengerti bahwa menabung dengan kegigihan dan kesabaran bisa membawa mereka menjadi kaya.

3 dari 5 halaman

Ajarkan Soal Pendapatan tambahan

pendapatan tambahan

Pendapatan pasif merupakan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan tidak tetap, di mana jumlah uang yang didapat juga tidak selalu sama. Sementara itu, pendapatan yang didapat dari pekerjaan Anda dengan pembayaran rutin per bulan disebut pendapatan linear.

Ini bisa diajarkan kepada anak Anda, bahwa pentingnya pendapatan pasif untuk menambah tabungan. Pekerjaan tambahan pun bisa dilakukan sesuai dengan hobi mereka.

4 dari 5 halaman

Hindari Utang

Ketika kita muda, kita cenderung berpikir tentang apa yang akan membuat kita bahagia hari ini, bukan besok atau 10 tahun dari sekarang. Sayangnya, inilah yang menyebabkan banyak utang kartu kredit atau kurangnya tabungan pensiun.

Ajari anak-anak Anda bahwa utang hari ini akan merampok mereka dari penghasilan besok, karena mereka mengorbankan uang yang belum mereka miliki. Membatasi kewajiban utang ketika Anda lebih muda berarti memiliki kontrol lebih besar atas keuangan pribadi Anda nanti.

5 dari 5 halaman

Keberuntungan Didapat dari Kerja Keras

dari kerja keras

Banyak dari kita suka mengaitkan kesuksesan orang lain dengan "nasib baik." Mungkin orang-orang sukses itu "berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat" atau mungkin mereka "tahu orang yang tepat." Tetapi orang-orang yang benar-benar sukses melakukan usaha keras untuk mencapai puncak bidang atau usaha yang mereka pilih.

Jika Anda dapat menemukan sesuatu yang Anda sukai dan mencari nafkah darinya, Anda akan jauh lebih mungkin untuk mencapai hal-hal besar, termasuk kebebasan finansial. (mdk/azz)

Baca juga:
Pentingnya Dana Darurat di Tengah Pandemi Corona, Ini Penjelasannya
Sudah Mulai Bosan Kerja di Rumah? Berikut 4 Tips Agar Anda Tetap Produktif
Tips Atur Keuangan yang Membengkak Karena Kerja dari Rumah Saat Ada Corona
Ada Wabah Corona, Berapa Besar Dana Tak Terduga yang Harus Disiapkan?
5 Tips Jitu Kelola Keuangan Agar Tak Sengsara di Masa Tua
5 Tips Atur Keuangan saat Wabah Datang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami