Akibat Calo, TKI Kerap Terima KUR Dengan Bunga Mencapai 27 Persen

Akibat Calo, TKI Kerap Terima KUR Dengan Bunga Mencapai 27 Persen
UANG | 18 Agustus 2020 15:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pekerja Migran Indonesia (PMI) kerap menjadi sasaran tindak kejahatan. Banyak pihak yang memanfaatkannya, mulai dari diperdagangkan secara ilegal, tidak memiliki perlindungan yang laik di luar negeri hingga pemerasan dari beberapa oknum.

Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, menyebutkan salah satu masalah PMI hingga kini ialah sulitnya mengakses pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) dari bank. Tak sedikit yang pada akhirnya terjebak dalam praktik perantara pinjaman bank yang bunganya bisa mencapai 27 persen.

"Selama ini PMI jadi korban kejahatan ijon dan rente. PMI tidak bisa pinjam langsung ke bank, tetapi sistem channeling yang kemudian mereka yang mengatasnamakan koperasi," beber Benny di Jakarta, Selasa (18/8).

Dia menyebutkan, bank memberikan pinjaman KUR dengan bunga 6 persen kepada oknum pelaku ijon dan rente. Kemudian uang itu dipinjamkan kepada PMI dengan bunga 21 persen hingga 27 persen. "Kejahatan ini yang harus kita akhiri," tekan Benny.

"Saya sudah mengirimkan surat kepada Menko Perekonomian, usulan revisi Permenko agar tidak ada upaya untuk menghalangi PMI dan keluarganya untuk dapat mengakses dan meminjam langsung uang ke bank," kata dia.

Maka dari itu, dalam momen peringatan kemerdekaan RI ke 75 ini, lanjut Benny, kolaborasi Kementerian BUMN dan BP2MI tentu adalah bentuk persatuan dan gotong royong dalam memerdekakan PMI menuju Indonesia maju. "Bersama Kementerian BUMN dan BP2MI bersama-sama bekerja dengan akhlak melayani dan melindungi PMI dengan nurani," tukas Benny.

Baca Selanjutnya: Penyaluran untuk TKI Penyumbang Utama...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami