Akibat Krisis 98, JK Sebut RI Masih Harus Membayar Bunga Utang

UANG | 11 Januari 2019 22:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menceritakan, pemerintah hingga saat ini masih terus belajar dari krisis keuangan yang sempat menimpa Indonesia pada periode 1998. Catatan buruk itu disebutkannya menjadi pelajaran berharga bagi negara untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Sebab, kejadian itu membuat pemerintah hingga saat ini masih harus melunasi beban bunga utang yang belum sepenuhnya terbayarkan. "Tahun 1997-1998 Indonesia ditimpa krisis moneter yang akibatnya harus terus kita rasakan. Kita masih harus membayar bunga dan mencicilnya akibat krisis pada tahun itu," kata Wapres JK di Jakarta, Jumat (11/1).

Namun, dia menambahkan, kejadian itu menjadi pembelajaran penting bagi generasi di bawahnya untuk memastikan kondisi buruk seperti itu tidak terulang lagi. "Kalau pada 20 tahun yang lalu krisis itu dibayar oleh rakyat. Pada tahun yang akan datang, tidak akan terjadi lagi," tegas dia.

Wapres JK pun optimistis, masyarakat Indonesia bisa menghadapi tantangan ekonomi di tengah kisruh global seperti akibat perang dagang yang dilakukan Amerika Serikat (AS)-China.

"Walau pasti ada tantangannya,, kita optimistis untuk menghadapi 2019 ini. Tentu dengan kebersamaan kita dari industri keuangan kita akan hadapi tahun ini dan juga tahun depan dengan kerja keras dan kebersamaan," pungkas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:

Prabowo-Sandiaga Janji Bangun Infrastruktur Pedesaan Tanpa Utang

2018, Utang Waskita Karya Mencapai Rp 64 Triliun

Sandiaga Tak Mau Berdebat Lagi Soal Pembangunan Infrastruktur Tanpa Utang

Pemerintah Jokowi Tarik Utang Rp 366,7 Triliun Sepanjang 2018

Sandiaga: Saya Bangun Tol Cipali Tanpa Utang, Sri Mulyani Mengakui

Blusukan Akhir Pekan, Menhub Budi Ngobrol Soal Utang RI Dengan Generasi Milenial

Sandiaga Jika Menang Pilpres: 2019 Kita Cicil Utang Indonesia

(mdk/bim)