Aksi 22 Mei Ricuh, Pekerja Asal Tangsel Pilih Tak Masuk Kerja

UANG | 22 Mei 2019 12:46 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Pekerja commuter asal Kota Tangerang Selatan, memilih untuk mengajukan izin dan tidak masuk bekerja pada Rabu, 22 Mei. Hal ini menyusul adanya kerusuhan yang terjadi Selasa hingga Rabu dini hari kemarin.

"Saya diminta suami izin, karena lihat di berita takut ada apa-apa juga," ucap Theresia, warga Setu, Tangerang Selatan, Rabu (22/5).

Sementara itu, pantauan di stasiun Rawa Buntu, Serpong, banyak pekerja di Jakarta asal Tangerang Selatan, yang memilih pulang kembali ke rumahnya.

Hal tersebut, didasari pada penutupan stasiun tujuan akhir Tanah Abang, imbas kericuhan yang terjadi di kawasan sekitar Tanah Abang dan Cideng, Jakarta Pusat pagi ini.

Kepala Stasiun Rawa Buntu, Iskandar menerangkan, kepadatan penumpang dari stasiun Rawa Buntu, pada hari ini, tidak seperti hari-hari biasanya.

Berdasarkan data miliknya, penumpang di stasiun itu turun, hingga 30 persen dari rata-rata penumpang KRL harian melalui Stasiun Rawa Buntu.

"Memang (22 Mei) ada penurunan, tidak seperti hari kerja biasanya, turun sekitar 30 persen. Memang stasiun di Tanah Abang ditutup sementara dan belum ada info kapan akan dibuka kembali," terang dia.

Baca juga:
Polri: Siaga 1 Hanya untuk Petugas, Masyarakat Silakan Beraktivitas
Massa Bersorban Putih Konvoi Menuju Bawaslu
Beroperasi Normal, Blue Bird Minta Pengemudi Utamakan Keselamatan
Amankan 99 Pelaku Rusuh di Flyover Slipi, Polisi Cium Bau Alkohol
Polisi Tegaskan Kabar Brimob Sipit dari China Hoaks
Dibantu TNI, Polisi Pukul Mundur Massa di Petamburan ke Arah Jati Baru
Polisi Amankan Ambulans Berlogo Partai Berisi Batu & Amplop Usai Ricuh di Petamburan

(mdk/bim)