Aktivitas Manufaktur Indonesia Membaik di Agustus, Tertinggi Sejak Februari 2020

Aktivitas Manufaktur Indonesia Membaik di Agustus, Tertinggi Sejak Februari 2020
UANG | 1 September 2020 14:59 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kondisi manufaktur Indonesia kembali ke level positif pertama kalinya sejak bulan Februari 2020, atau sejak wabah Covid-19. Perbaikan ini ditunjukkan oleh indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang pada bulan Agustus berada di level 50,8 atau naik dibanding posisi di bulan Juli yakni 46,9. Aktivitas manufaktur dinyatakan tumbuh positif jika nilai indeks berada di atas 50.

Realisasi positif manufaktur di bulan Agustus terjadi secara luas di berbagai negara. Beberapa negara besar yang mencatatkan tren aktivitas manufaktur yang ekspansif antara lain Amerika Serikat (53,6), China (53,1), dan Eropa (51,7).

Namun, masih ada beberapa negara seperti Jepang (46,6) dan Thailand (49,7) yang belum mampu kembali level positif sejak pandemi. Sementara aktivitas manufaktur Malaysia (49,3) dan Filipina (47,3) justru kembali terkontraksi pada bulan Agustus, setelah di Juli sempat positif.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, secara umum, perbaikan aktivitas manufaktur yang terus berlanjut meningkatkan optimisme pemulihan ekonomi global, meskipun berbagai risiko masih harus diwaspadai.

"Kasus Covid-19 masih berada dalam tren peningkatan di dunia dan terdapat ancaman gelombang kedua Covid-19 yang dapat menghambat aktivitas perekonomian serta membayangi proses pemulihan ekonomi ke depan," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/9).

Perbaikan aktivitas manufaktur Indonesia didukung oleh peningkatan produksi dan pesanan baru. Peningkatan pesanan baru didominasi oleh permintaan dalam negeri, sementara permintaan dari ekspor masih lemah di tengah situasi pandemi yang masih eskalatif.

Baca Selanjutnya: Pelonggaran PSBB...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami