Alasan Bagasi Citilink Berbayar Disebut Agar Maskapai Mampu Tetap Beroperasi

UANG | 28 Januari 2019 16:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Niaga Citilink Indonesia, Benny Rustanto, mengatakan alasan pihaknya menerapkan kebijakan bagasi berbayar agar bisa bertahan dalam persaingan industri maskapai penerbangan dalam negeri. Kebijakan bagasi Citilink berbayar ini akan resmi berlaku 8 Februari mendatang.

"Industri penerbangan memang agak complicated dan sensitif dari beberapa indikator yang sedang berjalan. Di sini kita melihat perusahaan penerbangan harus survive," tegas dia di Auditorium Garuda Kebon Sirih, Jakarta, Senin (28/1).

Benny menyampaikan, ada beberapa alasan lain yang menjadi pertimbangan untuk menerapkan regulasi tarif bagasi ini. Pertama, sebutnya, yakni komponen biaya maintenance atau standard keselamatan (safety) yang tidak bisa dikompromikan.

"Kedua, sebagai pelaku usaha perlu melakukan inovasi agar ujung-ujungnya bisa survive. Kita tidak mau Citilink setop operation selamanya," ungkap dia.

Di samping itu, dengan pemberlakuan kebijakan bagasi berbayar, juga agar tetap mampu mempertahankan pencapaian maskapai dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Seperti ketepatan waktu penerbangan di atas 95 persen.

"Lalu on time performance, tepat waktu. Kita melihat animo penumpang, yang naik pesawat adalah orang yang ingin tepat waktu. Komitmen on time performance di atas 95 persen. Itu challenge bagi kita," ujar dia.

Penumpang Citilink yang telah membeli tiket penerbangan sebelum 8 Februari 2019 juga masih berhak mendapatkan fasilitas bagasi hingga 20 kilogram (Kg), meskipun dijadwalkan untuk terbang melewati tanggal yang dimaksud.

Ketentuan bagasi Citilink berbayar ini hanya akan diberlakukan untuk penerbangan domestik saja. Sementara untuk penumpang dengan rute penerbangan internasional baru akan dikenai biaya bila bawaan bagasinya di atas 10 Kg.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com (mdk/bim)

Baca juga:
Bagasi Citilink Berbayar Mulai Berlaku 8 Februari 2019
Kemenhub Setujui Pemberlakuan Bagasi Citilink Berbayar di Februari 2019
Soal Pemberlakuan Tarif Bagasi, DPR Akan Panggil Lion Air
Polemik Mahalnya Harga Tiket Pesawat Hingga Muncul Dugaan Adanya Kartel
Pengamat Soal Kartel Tiket Pesawat: Jangan Hanya Menduga, Segera Selidiki
Ini Sanksi Bagi Pelaku Kartel Tiket Pesawat dan kargo Versi KPPU
KPPU Mulai Teliti Dugaan Kartel Tiket Pesawat dan Kargo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.