Alasan Bursa Saham Indonesia Rentan Terguncang

Alasan Bursa Saham Indonesia Rentan Terguncang
UANG | 25 Maret 2020 20:00 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami guncangan usai Indonesia diumumkan menjadi salah satu negara yang terinfeksi Virus Corona. Namun demikian, bukan kali ini saja IHSG anjlok. Tahun lalu, bursa saham juga harus melalui 'masa kritis' akibat perang dagang dan kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Lalu, mengapa IHSG rentan terguncang?

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan IHSG mudah terguncang karena 90 persen saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikuasai oleh asing. Sehingga, begitu ada kepanikan ekonomi dunia maka langsung terasa ke dalam negeri.

"Harus ingat 90 persen saham yang listing di bursa dikuasai asing. Kepanikan global akan berpengaruh di pasar dalam negeri," ujar Ibrahim kepada media di Jakarta, Rabu (25/3).

Untuk kondisi saat ini, kepanikan pasar keuangan terhadap bursa saham memang sulit dibendung. Terlebih lagi jumlah pasien Virus Corona yang terus meningkat, sementara penanganan yang dilakukan oleh pemerintah tergolong lambat.

"Yang positif Corona hampir naik tiga kali lipat di Indonesia, sedangkan yang belum melaporkan diri mungkin lebih banyak lagi," jelas Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, pasar global memang telah berbalik dalam satu bulan belakangan. Pada awal tahun, dunia hanya memberi sentimen negatif terhadap China karena Virus Corona menyebar pertama kali di negara tersebut. Namun kini, ekonomi dalam negeri turut terimbas.

"Pasar global telah terbalik dalam beberapa pekan terakhir karena corona virus menyebar dari China sekarang sudah mereda. Pemerintah kita merespons dengan semakin ketatnya pembatasan perjalanan dan kehidupan sehari-hari, sehingga mengganggu bisnis," paparnya.

1 dari 1 halaman

Pemerintah Antisipasi Anjloknya IHSG Tertekan Virus Corona

anjloknya ihsg tertekan virus corona

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelemahan IHSG disebabkan oleh merebaknya Virus Corona. Virus Corona sudah memunculkan berbagai ketidakpastian di seluruh pasar saham.

"Karena ini ada efek internasional dengan Corona ketidakpastian meningkat. Kemudian juga ada hal hal yang terkait di dalam negeri," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/2).

Pihaknya masih melihat langkah apa yang akan diambil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaga agar saham tidak jatuh terlampau dalam. "Kalau regulasi kan bursa punya beberapa tools. Nah itu yang tentu harapannya tools bursa itu bisa katakanlah dirumuskan," jelasnya.

Sementara itu terkait pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dollar, Mantan Menteri Perindustrian tersebut mengatakan, saat ini tengah terjadi normalisasi usai Rupiah menguat cukup tajam dibanding mata uang negara lainnya. "Kalau Rupiah kan menguatnya kemarin dibanding yang lain kita menguatnya lebih tinggi, sehingga tentu ada normalisasi lah," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
IHSG Kembali Anjlok 5 Persen, BEI Bekukan Perdagangan Saham
IHSG dan Rupiah Terkapar, BKPM Yakinkan Investor Hal Sama Terjadi di Dunia
OJK soal IHSG Anjlok: Jangan Khawatir, Fundamental Saham Bagus
Di April 2020, IHSG Diprediksi Melemah ke 3.800 dan Nilai Tukar Rp16.500 per USD
Rupiah Dibuka Melemah di Rp15.963 per USD, IHSG Turun ke 3.933
IHSG Bisa Sentuh 4.000 Jika Virus Corona Tak Cepat Ditangani
BEI Bekukan Perdagangan Saham, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami