Alasan Erick Thohir Dorong Konsolidasi Asuransi BUMN

Alasan Erick Thohir Dorong Konsolidasi Asuransi BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 26 Januari 2022 21:45 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, konsolidasi asuransi-asuransi BUMN agar fokus kepada bisnisnya, sehingga tidak menjual produk yang bukan keahliannya. Dengan demikian dibentuk IFG sebagai Holding BUMN asuransi.

BUMN juga memiliki asuransi-asuransi lain seperti Jasindo, Askrindo dan lain-lain yang ketika dibuka pasar bebas, sebelum hadirnya IFG, namun pada akhirnya yang menjadi masalah adalah mereka berbisnis kanibalisme dengan menjual produk-produk yang bukan keahlian atau expert-nya.

"Pada akhirnya reasuransi kita ke luar negeri lebih mahal, makanya asuransi-asuransi BUMN kita konsolidasikan lagi harus fokus kepada bisnisnya," kata Erick di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (26/1).

Terkait penuntasan kasus Jiwasraya, dia memastikan negara hadir dan bertanggung jawab untuk membantu para pemegang polis.

"Jiwasraya itu milik negara jadi ada payung jelasnya, kalau beberapa asuransi lainnya itu mutual fund, dan mutual fund ini lebih kompleks karena tidak tahu siapa pemiliknya. Dan ini ada kejadian yang sangat besar di beberapa negara seperti Jepang dan Korea Selatan kasusnya banyak seperti ini," katanya.

Kalau Jiwasraya ini milik negara, lanjut Erick, artinya negara harus hadir, negara harus menyelesaikan bagaimana pemegang polis-polis itu dibantu dalam arti konteks tidak sempurna namun tetap harus diselesaikan.

"Tidak mungkin juga kami meminta 100 persen penggantiannya, seperti tadi disampaikan betul negara hadir dan bertanggung jawab yang mana bisnis daripada asuransi ini adalah bisnis kepercayaan. Kalau bisnis kepercayaan ini tidak dipulihkan lagi, tidak dikembalikan kepercayaannya maka industri asuransi ini akan hancur," jelasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Cegah Kasus Jiwasraya Terulang, UU Keuangan & Dana Pensiun Diminta Direvisi
Erick Thohir Soal Jiwasraya: Korupsi Asuransi Lain Sampai Hari ini Tak Ada Solusinya
Ekuitas Asabri Masih Minus Rp4,7 Triliun
Nasabah Asuransi Diminta Selesaikan Masalah Lewat Dialog, Bukan Demo
Perkara Korupsi Asuransi Fiktif, Eks Direktur Jasindo Divonis 4 Tahun Penjara
Gelar Aksi Damai, Ini Kronologi Lengkap WanaArtha Life Terseret Kasus Jiwasraya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami