Alasan Ibu Kota Tak Lagi di Jakarta

UANG | 26 Agustus 2019 14:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Jokowi memutuskan ibu kota Indonesia akan pindah ke Kalimantan Timur. Ada dua wilayah kabupaten yang dipilih sebagai ibu kota baru yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menegaskan, salah satu alasan pemindahan ibu kota ini adalah mengurangi kesenjangan ekonomi di Tanah Air. Saat ini, kesenjangan ekonomi Pulau Jawa dengan Luar Jawa mencapai 55 persen dan 45 persen di luar Jawa.

"Setelah otonomi, malah naik jadi 58 persen. Tidak hanya cukup dengan pemerataan tapi harus ada kegiatan yang konkret dalam bentuk investasi berbentuk hilirisasi," kata Bambang di Jakarta.

Alasan kedua yaitu, pembangun ibu kota merupakan upaya pemindahan pusat pemerintahan saja. Pemindahan pemerintah yang merupakan bagian dari jasa pemerintahan yang tentunya akan berdampak pada wilayah sekelilingnya.

"Dampaknya akan memperlambat kesenjangan. Kita akan mengembangkan 10 pusat metropolitan, 4 nya ada di Jawa. Kalau kawasan metropolitan ini berkembang, tentu akan pembangunan kawasan menjadi pioneer ekonomi."

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Inilah Kelebihan Kutai Kartanegara, Wilayahnya Jadi Ibu Kota Baru
Jadi Ibu Kota, Inilah Gambaran Wilayah Penajam Paser Utara Kaltim
Paling Lambat Pusat Pemerintahan Pindah ke Kaltim 2024, Ini Tahapannya
Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jokowi Tegaskan Jakarta Tetap Prioritas Pembangunan
Jokowi: Kebutuhan Anggaran Ibu Kota Baru Capai Rp466 Triliun

(mdk/idr)