Alasan Kopi Kenangan Tak Masuk Bisnis Waralaba

UANG | 1 Oktober 2019 16:06 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata menjelaskan alasan Kopi Kenangan enggan memasuki bisnis franchise atau waralaba. Komitmen menjaga kualitas produk menjadi alasan utama.

"Kita no franchise. Semua 100 persen fully own," kata dia saat ditemui di Jakarta, Selasa (1/10).

Pihaknya memiliki standar tertentu dalam menjalankan usaha. Misalnya dari segi mesin kopi yang digunakan harus yang terbaik ditambah lagi bahan baku susu juga harus yang benar-benar berkualitas.

Selain itu, dalam skema waralaba setiap gerai punya pemilik sendiri. Para pemilik tersebut tentu memiliki tujuan atau strategi bisnisnya sendiri. Hal ini, menurut dia, bisa saja menyulitkan koordinasi.

"Katakan ada 100 franchise. Itu ada 100 kepala berbeda yang harus kita tektok-an. Dan tentu susah. Misalkan saya bilang ke si A, tolong jangan ganti susu ke yang murah, harus pakai Green Field. Dan pasti ada lah perdebatan aduh saya mau save cost, saya perlu untung lebih," urai dia.

Karena itulah, Kopi Kenangan lebih memilih tidak masuk ke dalam bisnis waralaba. "Dari situ makanya kita ingin supaya tidak ada yang mengganti resep kita, service kita terstandardisasi, kita non frenchise," tandasnya.

Baca juga:
Jurus Kopi Kenangan Gaet Pelanggan: Pertahankan Harga yang Tak Bikin Kantong Bolong
Di Markas PBB, Wapres JK Soroti Anjloknya Harga Kopi Hingga 70 Persen
7 Hal yang Jangan Dilakukan Ketika Perut Sedang Kosong
4 Produk Olahan Hasil Bumi Indonesia Tembus Pasar Global
Survei HonestDocs: Tren Konsumsi dan Takaran Ideal untuk Minum Kopi
Apakah Aman Bagi Anak-Anak untuk Mengonsumsi Kopi?

(mdk/idr)