Alasan Menaker Data PHK Karyawan Berbeda dengan Versi Pengusaha

Alasan Menaker Data PHK Karyawan Berbeda dengan Versi Pengusaha
UANG | 8 Juli 2020 15:31 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR-RI, Intan Fitriana Fauzi mempertanyakan perbedaan data terkait angka pemutusan hubungan kerja (PHK) tenaga kerja akibat pandemi Covid-19 yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan pengusaha.

Data versi pengusaha menyatakan jumlah tenaga kerja terdampak PHK jauh lebih tinggi, yakni mencapai 6 juta orang sampai saat ini.

"Terkait data ada perbedaan signifikan. Kalau kita baca di media itu bisa sampai dengan 6 juta kata pengusaha, ini mana data yang benar?" tegas dia saat menggelar rapat bersama Kemenaker di Komplek Senayan, Rabu (8/7).

Data yang dirilis Kemenaker mencatat sebanyak 1,7 juta tenaga kerja di-PHK dan dirumahkan sampai saat ini. Kemudian 1,3 juta tenaga kerja yang juga terdampak, tetapi masih dalam proses validasi.

Menanggapi pertanyaan itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa data yang dirilis pengusaha merupakan sebuah prediksi. Sebaliknya data yang dirilis oleh kementerian telah valid.

Dikatakan valid, sebab dalam melakukan pendataan tenaga kerja yang terdampak pandemi ini, kementerian melibatkan dinas ketenagakerjaan yang tersebar di berbagai daerah. Pun pihaknya memperkuat dengan melibatkan data tenaga kerja yang dimiliki oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi kami cleansing dari data yang ada atau tersedia di di teman-teman Dinas Ketenagakerjaan, juga data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. Jadi bukan proyeksi, ini benar-benar by name by address sesuai yang tertera," ujarnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Manajemen Alpen Food Industry Tegaskan PHK Pekerja di Februari Bukanlah Sepihak
Menaker Ida Ungkap Sebab Angka PHK Akibat Corona Belum Berubah Dari 1,7 Juta
Gelombang PHK di Pandemi Corona
Terdampak Corona, Lion Air Tak Perpanjang Kontrak Kerja Pegawai
CEK FAKTA: Disinformasi Lion Air PHK Ribuan Karyawan
13 Perusahaan Bangkrut, 14.000 Pekerja di-PHK di Tangerang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami