Alasan Menteri Edhy Kembali Bolehkan Penggunaan Cantrang dan Ekspor Lobster

Alasan Menteri Edhy Kembali Bolehkan Penggunaan Cantrang dan Ekspor Lobster
UANG | 3 Juli 2020 19:16 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menegaskan kebijakan terkait cantrang dan ekspor lobster bukan instan dan tanpa kajian. Dia menegaskan kedua regulasi ini ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya.

"Yang paling penting, izin itu dibuat untuk kesejahteraan, manfaat atau tidak ke masyarakat," kata Menteri Edhy dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (2/7).

Menteri Edhy menjelaskan kebijakan cantrang selama ini terdapat benturan dengan nelayan tradisional. Oleh karena itu, untuk mengakomodir persoalan tersebut, pihaknya melakukan penataan sesuai zonasi.

Dia menggarisbawahi alat tangkap ini bukan serta merta dilegalkan untuk semua kalangan dan di semua lokasi. "Ini bukan ngomong pengusaha besar. Banyak rakyat-rakyat juga yang punya cantrang," ungkap Menteri Edhy.

Begitu juga dengan kebijakan ekspor lobster yang tertuang dalam Permen KP Nomor 12 tahun 2020. Menteri Edhy memastikan kebijakan itu untuk nelayan yang hidup dari menangkap benih lobster.

Selain itu, kebijakan ekspor juga ditujukan untuk membangkitkan geliat budidaya komoditas tersebut. Terlebih saat ini pemerintah telah menyediakan akses permodalan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan badan layanan umum (BLU) dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

"Kita libatkan masyarakat untuk bisa budidaya. Muaranya menyejahterakan," urainya.

1 dari 1 halaman

Minta Publik Lihat Kebijakan Secara Utuh

lihat kebijakan secara utuh rev1

Sebab itu, Menteri Edhy berharap publik melihat dua kebijakan ini secara utuh. Adapun arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan meliputi perlindungan dan pemberdayaan nelayan.

Hal ini demi meningkatkan pendapatan nelayan dan optimalisasi. Termasuk penguatan perikanan budidaya untuk penyerapan lapangan kerja dan penyediaan sumber protein hewani untuk konsumsi masyarakat.

"Yang jelas semangat kami adalah bagaimana nelayan yang selama ini hidup dari kegiatan ini, gara-gara itu mati, dimatikan karena tidak boleh. Kita hidupkan lagi supaya mereka bisa makan, bisa menyekolahkan anaknya dan bisa membangun daerahnya," papar Menteri Edhy.

(mdk/bim)

Baca juga:
Susi Pudjiastuti Kritik KKP Kembali Izinkan Penggunaan Cantrang dan Pukat Cincin
120 Kapal Cantrang Jawa Tengah Siap Dikirim Ke Natuna
Edhy Prabowo: Saya Ingin Nelayan Tersenyum
Menteri Edhy Bakal Evaluasi Kebijakan Larangan Penggunaan Cantrang
Kado Terakhir Susi Pudjiastuti
Menteri Susi: Ikan Hasil Tangkapan Pakai Cantrang Setengahnya Jadi Sampah
Luhut Sindir Susi Soal Cantrang: Jangan Cuma Larang Tapi Juga Kasih Solusi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami