Alasan OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2022

Alasan OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2022
OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo
UANG | 26 Februari 2021 13:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang restrukturisasi kredit hingga Maret 2022, sehingga dapat membantu meringankan beban para debitur perbankan dan non perbankan di tengah dampak Covid-19. Diperpanjangnya program ini, karena pertimbangan pandemi yang masih berlangsung.

"Kita lihat angka Covid-19 ini masih naik dan kita belum tahu kapan Covid-19 ini berakhir, sehingga stimulus ini diperpanjang," kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK, Bambang Widjanarko dalam media briefing OJK, Jumat (26/2).

Bambang melanjutkan, dengan adanya restrukturisasi kredit, maka para debitur memiliki momentum untuk bangkit dan mengelola finansialnya kembali. Terutama bagi para pelaku usaha, restrukturisasi kredit bakal membantu mereka mengatur kembali keuangan bisnisnya yang sempat kacau gegara pandemi.

"Restrukturisasi ini jadi momentum bagi debistur untuk selamat dan mempertahankan bisnisnya. Debitur juga sudah bisa mengatur bagaimana pengelolaan keuangannya, jadi ini untuk antisipasi," jelasnya.

Adapun per 8 Februari, OJK mencatat nilai restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp 987,5 triliun yang dilakukan oleh 101 bank di seluruh Indonesia. Nilai restrukturisasi terbesar ada di segmen UMKM dengan nilai Rp 388,3 triliun kepada 6,2 juta debitur. Untuk segmen non UMKM, nilainya Rp 599,15 triliun kepada 1,8 juta debitur.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
OJK: Kami Telah Berhasil Dorong Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit Sejak 2016
Kredit Macet Dikhawatirkan Naik Jika Restrukturisasi Kredit Tak Diperpanjang
Hingga Desember 2020, BTN Restrukturisasi Kredit 330.000 Nasabah Senilai Rp57 Triliun
Restrukturisasi Kredit di Bank Bukopin Mulai Landai
Strategi OJK Dorong RI Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2021
BTN Restrukturisasi Kredit 330.381 Nasabah Senilai Rp57 Triliun Hingga Desember 2020

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami