Alat PCR Corona Asal Swiss Sampai RI, Bisa Tes Hingga 300.000 Orang per Bulan

Alat PCR Corona Asal Swiss Sampai RI, Bisa Tes Hingga 300.000 Orang per Bulan
UANG | 8 April 2020 11:34 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga, mengatakan alatpolymerase chain reaction (PCR) untuk tes Virus Corona sudah sampai di Indonesia. Alat tersebut mampu menguji 10.000 orang per hari atau sekitar 300.000 orang per bulan dengan hasil yang akurat.

"Dengan ini maka kita harapkan, kalau nanti bisa setiap hari ada tes 5.000 sampai 10.000, maka kita akan bisa dalam sebulan akan mencapai hampir 300.000 orang yang dites," ujar Arya melalui Video Conference di Jakarta, Rabu (8/4).

Keberadaan alat tersebut diharapkan bisa mempercepat deteksi penderita Virus Corona yang selama ini masih terkendala. PCR tersebut sudah terpasang di salah satu rumah sakit Jakarta.

"Sehingga ini bisa mengejar orang yang bisa dites dengan alat PCR. Kepastian bahwa orang tersebut terkena Corona atau tidak bisa diketahui lebih cepat. Bisa dilihat bahwa ini sudah mulai diinstal di salah satu rumah sakit di Jakarta," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Hasil Tes Pakai PCR Bisa Lebih Cepat Keluar

pakai pcr bisa lebih cepat keluar rev1

Adapun PCR tersebut didatangkan dari Swiss. Berdasarkan pada teknologi PCR, sistem ini memberikan kinerja yang terbukti dengan otomatisasi penuh, peningkatan efisiensi, waktu penyelesaian yang cepat, dan konektivitas trek lengkap yang divalidasi untuk pengujian molekuler.

"Dengan alat ini kita harapkan Indonesia akan semakin bisa mendata berapa banyak orang yang terkena Corona sehingga antisipasi kita untuk menghadapi corona akan semakin baik," jelasnya.

Ke depan, pemerintah akan menyebar alat tes tersebut ke seluruh Indonesia. Terutama daerah-daerah yang masuk dalam zona merah penyebaran Virus Corona.

"Ke semua ini akan disebar di beberapa provinsi. Ada di Jakarta, kemudian ada juga di Jawa Barat, di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali. Kemudian di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan di Papua," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Penjelasan Dinkes Jakbar Soal Jemaah Masjid Jami Berstatus ODP & Positif Covid-19
Rapid Test Positif Covid-19, Kondisi Dua Pejabat di RS Brimob Depok Membaik
CEK FAKTA: Disinformasi Aplikasi Pendeteksi Suhu Tubuh, Hanya Catat Tak Bisa Mengukur
Jelang PSBB, Polisi Pastikan Kendaraan Masuk Jakarta Tak akan Diperiksa
Menteri Teten Dorong BRI Beri Kredit ke UMKM Konveksi Produksi APD
Pemerintah Cairkan Rp38 Miliar untuk Tahap Awal Penelitian Cari Vaksin Corona
Mantap! Hotman Paris dan Sopirnya Bagi-bagi Beras dan Mie ke Pedagang Kaki Lima

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami