Ambisi Indonesia Menjadi Pemasok Baterai Kendaraan Listrik Dunia

Ambisi Indonesia Menjadi Pemasok Baterai Kendaraan Listrik Dunia
Fasilitas Pengisian Baterai Mobil Listrik di Bandara Soekarno-Hatta. ©2019 dok.Angkasa Pura II
UANG | 16 Oktober 2020 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Indonesia diberkahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk nikel. Cadangan nikel Indonesia menjadi salah satu terbesar dunia. Saat ini saja, Indonesia dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel terbesar dunia yang menguasai 27 persen kebutuhan pasar global.

Berkaca pada semakin meningkatnya permintaan nikel di masa depan, apalagi jika ada kendaraan listrik, maka pemerintah memutuskan untuk memaksimalkan penerimaan dari komoditas ini. Kondisi ini harus menjadi peluang bagi Indonesia menguasai pasar baterai kendaraan listrik dunia, dengan menerapkan hilirisasi nikel untuk memproduksi baterai listrik di dalam negeri.

Seperti diketahui, nikel adalah bahan terbaik untuk pembuatan baterai baik untuk kendaraan listrik sampai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Kebutuhan nikel untuk kendaraan listrik hingga akhir 2030 ditaksir mencapai 600.000 ton.

Kebutuhan baterai kendaraan listrik akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pemakaian kendaraan listri‚Äék dan kebijakan Uni Eropa yang menghentikan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil pada 2025.

CEO MIND ID, Orias Petrus Moedak, mengatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah mencanangkan Indonesia harus menjadi pusat produksi material baterai. "Pak menteri sudah mencanangkan Indonesia sebagai hub produksi material yang berguna untuk baterai ini," jelasnya.

Pemerintah pun memutuskan untuk membangun sebuah BUMN produsen baterai ini. Diharapkan kehadiran BUMN ini bisa mewujudkan hilirisasi nikel Indonesia. "Rencananya dalam satu dua bulan dan minggu ini PT ini sudah bisa selesai. Ini sedang dikerjakan," kata Orias.

"Menteri BUMN sudah bentuk tim sejak awal tahun. Ini dibentuk untuk bikin industri baterai," tambah dia.

Perusahaan ini ini nantinya akan menjalankan bisnis rantai pasokan baterai dari hulu ke hilir untuk kendaraan listrik. Di hulu PT Aneka Tambang Tbk akan mengelola nikel, sedangkan di hilir akan dikerjakan oleh Pertamina dan PLN.

Baca Selanjutnya: Industri Baterai RI Telan Investasi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami