Amerika Serikat Dihantui Badai PHK Gelombang Dua

Amerika Serikat Dihantui Badai PHK Gelombang Dua
UANG | 28 Juli 2020 07:30 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Pandemi virus Corona membuat ekonomi di sejumlah negara tersungkur. Imbasnya, jutaan pekerja di berbagai penjuru dunia terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Bahkan, di Amerika Serikat, lebih dari 40 juta orang resmi berstatus pengangguran sejak Maret lalu. Sebab lonjakan penularan Covid-19 di negara adidaya ini telah berdampak langsung terhadap guncangan perekonomian.

Dikutip dari CNBC, pemerintah federal pun bersiap untuk mengesahkan sejumlah aturan demi menggairahkan perekonomian domestik. Namun, tampaknya tingkat kerugian perekonomian di AS terlampau parah. Alhasil, negeri paman Sam ini kembali dihantui gelombang PHK kedua seiring meningkatnya penularan Covid-19.

Bahkan, The Goldman Sachs Group memprediksi ekonomi AS akan mengalami kontraksi lebih dalam dari perkiraan sebelumnya. Yakni dari 4,2 persen menjadi 4,6 persen.

Prediksi ini didasari stimulus keuangan dari Kongres yang dianggap hanya bersifat perbaikan ekonomi jangka pendek. Sebab nilai suntikan modal pemerintah terlalu kecil dalam mengatasi dampak krisis ekonomi dan permasalahan ketenagakerjaan.

Sebagai informasi, sejumlah stimulus yang telah diberikan pemerintah setempat sejak Maret lalu akan habis masa berlakunya. Termasuk tunjangan bagi pengangguran senilai USD 600 setara Rp8,7 juta per minggu dengan hitungan kurs Rp14.500 yang akan kadaluwarsa pada akhir bulan ini.

Baca Selanjutnya: Suntikan Modal Industri Penerbangan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami