Amnesti pajak, BUMN target kelola dana repatriasi Rp 300 triliun

UANG » MALANG | 20 Juli 2016 13:40 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menargetkan perusahaan pelat merah bisa menampung dana repatriasi warga Indonesia yang mengikuti program pengampunan pajak hingga sekitar Rp 300 triliun. Untuk itu, dia sudah menyiapkan sejumlah jurus untuk menangkap peluang tersebut.

"Total kami harapkan targetnya bisa menyerap Rp 200 triliun-Rp 300 triliun," jelasnya saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (20/7)

Adapun sejumlah jurus yang disiapkan mulai dari menawarkan proyek, obligasi, right issue, hingga penerbitan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

"Ada beberapa BUMN memiliki proyek-proyek yang sudah jalan (brownfield). Semisal, mereka bisa ikut di jalan tol Malang-Pandaan yang sudah selesai dan sudah ada pendapatan," katanya.

"Kami juga ada seperti sekuritisasi untuk pembangunan perumahan rakyat. Kami juga menawarkan obligasi dalam rupiah maupun dolar. Ada juga anak perusahaan BUMN yang kami IPO-kan seperti tugu pratama asuransi, HK Realty, kami masih mendetailkan."

Selain itu, menurut Rini, dana repatriasi juga bisa dialirkan pada proyek pertanian.

"Kami menawarkan untuk investasi di holtikultura 100 hektar, 500 hektar, dan 1000 hektar."

Baca juga:
BTN pastikan masuk dalam daftar bank persepsi tax amnesty
Intip kesiapan Bank BRI tampung dana hasil repatriasi tax amnesty
Pertamina siapkan skema tampung repatriasi dana tax amnesty
Dana hasil tax amnesty akan digunakan untuk bangun kilang
Ekonomi RI tahun ini masih akan dapat tekanan global

(mdk/yud)