Anak Usaha Adhi Karya Bangun SPAM Dumai Senilai Rp 489 Miliar

UANG | 16 April 2019 17:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan usaha pelaksana yang dibentuk oleh P Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Adaro Tirta Mandiri, PT Dumai Tirta Persada akan melakukan pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kota Dumai dengan kapasitas 450 Ipd.

Hal tersebut tertuang dalam melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PDAM Tirta Dumai Bersemai.

"Kami ditetapkan sebagai pemenang investasi SPAM Dumai, bagi konsorsium Adhi Karya dan Adaro untuk membangun. Bagi kami ini adalah amanah kami ingin menyediakan air yang layak dan bersih," ujar Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto di Jakarta, Senin (15/4).

‎‎Dia menjelaskan, perjanjian ini merupakan kelanjutan dari Surat Penunjukan Pemenang Lelang yang diterbitkan oleh PDAM Tirta Dumai Bersemai pada 18 Januari 2019 lalu. Dari penandatanganan perjanjian tersebut, PT Dumai Tirta Persada dan PDAM Tirta Dumai Bersemai berkomitmen untuk memberikan akses air bersih kepada 20.300 sambungan rumah (SR).

"Saat ini di kota kota besar kebutuhan air bersih ini rasanya sudah defisit, seperti Jakarta ini, Pemda dan pemerintah pusat tidak punya kemauan untuk mengambil air tanah, karena ada dampak yang serius," kata dia.

Proyek investasi penyediaan air minum Kota Dumai ini merupakan proyek dengan skema kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atas prakarsa badan usaha pertama di Indonesia. Total investasi proyek ini diperkirakan sebesar Rp 489 miliar dengan masa konsesi selama 25 tahun dan dibangun secara bertahap, yakni tahap 1A sebesar 50 lpd, tahap 1B sebesar 200 lpd, dan tahap ll sebesar 200 Ipd.

"Kami investasi pengembangan air minum, telor pertama sudah pecah, pertama kali kami investasi di air minum. Nanti kami menyusul kami dapat persetujuan pemrakarsa Bendungan Karian," kata dia.

Selama prosesnya, PDAM Tirta Dumai Bersemai melibatkan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memfasilitasi persiapan dan transaksi proyek.

"Kami terima kasih kepada seluruh tim kepada Adaro dan pemerintah Dumai yang menyelesaikan keputusan ini dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat Dumai," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:false
Tol Solo - Yogyakarta Dibangun Tahun Ini
Pengguna KRL Meningkat, Jalur Kereta Layang DKI Rp 15 T Mulai Dibangun 2020
Bayar Tagihan Proyek LRT ke Adhi Karya, PT KAI Masih Tunggu Audit BPKP
Kontruksi LRT Jabodebek Pecahkan Dua Rekor Dunia
Adhi Karya Targetkan Pembebasan Lahan Depo LRT Bekasi Selesai April
Jalur LRT Cawang-Cibubur Tersambung, Proses Pembangunan Total Capai 59 Persen

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT