Ancaman Resesi AS, IHSG Bakal Terkonsolidasi

UANG | 22 Agustus 2019 07:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan ditransaksikan melemah untuk perdagangan saham hari ini. Sejumlah sentimen global menghantui pergerakan indeks. Itu seperti persoalan ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS)-China, hingga ancaman resesi di AS.

Inversi yield obligasi AS menjadi penyebab menguatnya kembali isu resesi. Inversi merupakan keadaan di mana yield atau imbal hasil obligasi tenor pendek lebih tinggi daripada tenor panjang.

Dalam situasi normal, yield obligasi tenor pendek seharusnya lebih rendah. Adapun inversi menunjukkan bahwa risiko dalam jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Oleh karena itu, inversi kerap kali dikaitkan dengan pertanda resesi.

"Tekanan masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama indikasi resesi di Amerika Serikat dan kelanjutan perang dagang," tutur Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Gustama kepada Liputan6.com, Kamis (22/8).

Hari ini, pihaknya memproyeksi IHSG akan diperdagangkan dalam support dan resistance di level 6.231-6.291. Di sisi lain, Reliance Sekuritas memprediksi IHSG masih akan terkonsolidasi dengan peluang indeks akan ditransaksikan di kisaran 6.200-6.270.

Pihaknya di tengah tren pelemahan indeks menganjurkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Sementara dari tim riset Binaartha Parama Sekuritas memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT PP Tbk (PTPP), serta saham PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP).

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, IHSG Diprediksi Bergerak Melemah
IHSG Diprediksi Terus Meroket Hingga Level 6.800
IHSG Diramal Terus Menguat Hingga Tembus ke Level 6.400
IHSG Diprediksi Perkasa di Awal Pekan Ini
Usai Melemah, IHSG Diprediksi Bakal Rebound
Aksi Demo Hong Kong Berpotensi Seret IHSG ke Zona Merah

(mdk/azz)