Anggaran Perlindungan Sosial Sektor Pariwisata Naik Menjadi Rp3,7 Triliun

Anggaran Perlindungan Sosial Sektor Pariwisata Naik Menjadi Rp3,7 Triliun
Menparekraf Sandiaga Uno. ©Istimewa
UANG | 19 April 2021 20:47 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, anggaran perlindungan sosial untuk sektor pariwisata tahun ini naik menjadi Rp 3,7 triliun dari Rp 3,3 triliun pada tahun 2020. Bantuan sektor pariwisata ini juga akan diperluas tidak hanya untuk perhotelan, dan restoran, melainkan ditambah untuk biro perjalanan wisata dan aman rekreasi.

"Bukan hanya hotel dan restoran, tetapi juga perjalanan wisata, dan taman rekreasi," kata Sandiaga dalam talk show bertajuk 'Saatnya Bangkitkan Pariwisata dan UMKM Indonesia', Jakarta, Senin (19/4).

Sandiaga melanjutkan, untuk destinasi wisata berbasis taman akan direvitalisasi. Akan ada tambahan fasilitas toilet yang bersih untuk menjaga kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

Selain itu dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2021, Sandiaga akan diarahkan pada program padat karya. Sebab dengan program padat karya akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Kita akan dorong program padat karya yang bisa membuka peluang buat dapat mata pencaharian," kata dia.

Menanggapi itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menilai program padat karya lebih cocok untuk sektor pertanian dan perkebunan. Sebaliknya, pada sektor pariwisata, seharusnya membuat program yang mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas konsumsi.

"Kalau daya beli baik ini akan memberikan dampak yang lebih baik dan kita anjurkan untuk pakai dan konsumsi produk UMKM," kata Teten.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun menilai hal terpenting dalam pemilihan sektor pariwisata pada pengendalian penyebaran virus corona. Bila ini berhasil diwujudkan Pemerintah, dengan sendirinya masyarakat akan mulai kembali beraktivitas dan berbelanja atau membelanjakan uangnya.

"Sepanjang pemerintah berhasil tangani covid itu akan berjalan lurus dengan orang juga udah percaya diri. Mereka akan mulai belanja juga," katanya.

Bila optimisme tersebut mampu diciptakan Pemerintah pertengahan tahun ini, maka perekonomian nasional bergerak menuju fase pemulihan. (mdk/azz)

Baca juga:
Larangan Mudik Dinilai Tak Berdampak Siginifikan ke Sektor Pariwisata
Biro Perjalanan Wisata Jadi Target Penerima Dana Hibah Pariwisata Rp3,7 Triliun
Keputusan Akhir Pembukaan Wisata Lokal Berada di Tangan Pemerintah Daerah
Menteri Sandiaga Minta Penerapan Protokol Kesehatan Ketat di Wisata Otomotif
Minggu Pertama Puasa Pengunjung Taman Safari Indonesia Turun 30 Persen
Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Bappenas Lakukan Ini Pada Objek Wisata Situbondo

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami