Anggota DPR Apresiasi Metode Penanganan Tumpahan Minyak Pertamina

UANG | 25 Agustus 2019 18:32 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Anggota Komisi VII DPR Kurtubi menegaskan bahwa upaya yang dilakukan Pertamina untuk mengatasi tumpahan minyak di Karawang sudah tepat, meskipun diakui membutuhkan waktu untuk mematikan sumur YYA-1 sekaligus membersihkan seluruh ceceran minyak di laut dan pantai.

"Metode sudah tepat termasuk peralatan yang dipakai. Pertamina memiliki dua kelompok, yang satu bekerja menutup sumber keluarnya minyak dan kelompok lain meminimalisasi dampak karena ceceran di laut hingga ke pantai. Kita hargai usaha all out Pertamina," kata Kurtubi dikutip Antara, Minggu (25/8).

Menurutnya, metode yang dilakukan Pertamina sesuai dengan kebijakan standar, dalam hal ini, ketika terjadi kebocoran pipa bawah tanah, maka pipa yang menghubungkan reservoar harus dtutup. Karena penutupan dilakukan melalui melalui injeksi semen, maka Pertamina harus melakukan pengeboran di dekat sumur YYA-1.

"Jadi memang membutuhkan waktu, apalagi kebocoran terjadi lebih dari 2.000 meter di bawah permukaan tanah. Hendaknya semua bersabar," ujarnya.

Selain itu, karena kebocoran terjadi di laut, wajar jika terdapat ceceran minyak sebab mudah terbawa angin dan ombak. Hanya saja jumlahnya relatif kecil dan untuk itu pun Pertamina juga sigap melakukan pembersihan.

Terkait peralatan yang dipergunakan, lanjutnya, juga sudah tepat, mulai oil boom, skimmer, hingga absorbent. Berbagai peralatan tersebut memang dipergunakan jika terdapat insiden seperti sekarang.

"Absorbent misalnya, berguna untuk menyerap minyak. Semua dilakukan Pertamina untuk menimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan," jelasnya.

Terkait salah satu alat yang dipergunakan, yaitu absorbent, Leader Oilspill Responder Oil Spill Combat Team (OSCT) yang bertugas di Pantai Cemarajaya, Fredi Simanjuntak menyatakan, untuk menangani tumpahan minyak, absorbent merupakan material yang cukup efektif dan efisien. Absorbent dipakai ketika tumpahan tidak bisa lagi ditanggulangi secara mekanik seperti penggunaan skimmer

"Hal ini karena absorbent memiliki sifat hidrofobik yang tinggi dan dapat menyerap serta menahan minyak," tandasnya.

Baca juga:
Terumbu Karang & Mangrove Terancam Mati Akibat Tumpahan Minyak di Karawang
7.782 Nelayan Karawang Jadi Pengangguran Akibat Tumpahan Minyak Pertamina
232.000 Pohon Bakau di Karawang Tercemar Limbah Minyak Pertamina
KKP Kirim Tim Pastikan Petambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina Raih Ganti Rugi
Melihat Aksi Polwan Polres Karawang Bersihkan Limbah Tumpahan Minyak Pertamina
Pertamina Beberkan Progres Pembersihan Laut Karawang Dari Tumpahan Minyak

(mdk/azz)