Anggota DPR Kritik Pemerintah Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota

UANG | 20 Agustus 2019 12:38 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo mengkritik rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan karena akan menelan dana yang cukup besar. Menurutnya, saat ini ada kebutuhan lebih penting yang harus diprioritaskan dari pada menghamburkan uang untuk pemindahan ibu kota.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah belum mampu menciptakan harga pangan yang murah bagi masyarakat. Selain itu, harga listrik di Indonesia juga masih tinggi. Seharusnya, ada langkah khusus agar kedua komoditas tersebut lebih terjangkau oleh rakyat.

"Pertama kebutuhan pangan, harga saat ini di dalam negeri. Harga pangan dan komoditas ternyata jauh lebih mahal dari yang ada di Arab, harga cabai bisa separuh dan seperempat kita padahal mereka bukan negara pangan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/8).

"Harga listrik kita sangat mahal harus jadi prioritas pemerintah, lalu air kita hanya sedikit yang dialiri PDAM di Dumai. Ini harus jadi prioritas utama sebelum pindah ibu kota," sambungnya.

Dia melanjutkan, rencana pemindahan ibu kota sebenarnya sudah digulirkan sejak pemerintahan Presiden Soekarno, namun urung dilakukan karena pertimbangan ketercukupan keuangan negara. Untuk itu, Bambang meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan negara sebelum mengambil kebijakan.

"Mohon dipertimbangkan, jangan sampai negara ini melakukan pemborosan biaya untuk kepentingan yang jelas pencitraan. Mudah-mudahan ini bisa dikaji pemerintah dan pemerintah dahulukan skala prioritas," tandasnya.

Baca juga:
PKS Soal Pemindahan Ibu Kota: Jokowi Harus Revisi UU Tentang Pemprov DKI Jakarta
BKN Ungkap PNS 4 Kementerian ini Pasti Ikut Pindah ke Ibu Kota Baru
Prabowo Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota: Itu Perjuangan Kita Sudah Lama
Sekjen PDIP Beberkan Pentingnya Haluan Negara untuk Pemindahan Ibu Kota
PKS: Pemindahan Ibu Kota Perlu Pertimbangkan Keuangan Negara
VIDEO: Pemerintah Pastikan Bukit Soeharto Bukan Lokasi Ibu Kota Baru

(mdk/azz)