Anggota DPR Minta Bank Syariah Swasta Ikuti Jejak Merger Bank Syariah BUMN

Anggota DPR Minta Bank Syariah Swasta Ikuti Jejak Merger Bank Syariah BUMN
syariah. shutterstock
UANG | 16 Desember 2020 11:05 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Tiga bank syariah milik BUMN resmi merger dan berganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi mengatakan, merger bank syariah BUMN diharapkan bisa diikuti bank syariah lain. Tujuannya, demi meningkatkan performa dan konsolidasi perbankan nasional, khususnya memperkuat inklusi keuangan syariah.

"Tren merger bank syariah BUMN bagus juga kalau diikuti bank-bank syariah lain, bank syariah swasta, karena akan meningkatkan performa dan konsolidasi perbankan nasional," kata Fathan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/12).

Merger bank syariah bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat inklusi keuangan syariah dengan penggabungan lembaga-lembaga eksisting. Sehingga aksi penggabungan bank syariah BUMN tidak salah jika direplikasi oleh bank-bank syariah lain.

Fathan menegaskan, bank syariah hasil penggabungan harus bisa menjawab ekspektasi masyarakat yang besar atas kemunculan entitas baru ini.

"Saya kira ekspektasi masyarakat sangat besar dan tentunya pemerintah sebagai pemegang saham harus memilih direksi yang secara manajerial teruji, kredibel, serta diterima pasar," kata dia.

Fathan melanjutkan secara umum peningkatan kinerja manajemen harus dimiliki seluruh bank syariah agar bisa optimal menjalankan perannya di tengah masyarakat. Perbaikan juga harus dilakukan agar penetrasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia bisa meningkat pesat dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

Komposisi dewan direksi dan dewan komisaris yang ada diharapkan merupakan sosok yang teruji serta bisa diterima oleh pasar serta masyarakat luas. Kehadiran manajemen yang mumpuni penting dimiliki bank hasil penggabungan agar bisa mewujudkan visi dan misi besar yang dicanangkan sejak awal.

Baca Selanjutnya: Harus Berinovasi...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami