Anggota Komisi XI DPR Pertanyakan Kinerja OJK Awasi Industri Keuangan

Anggota Komisi XI DPR Pertanyakan Kinerja OJK Awasi Industri Keuangan
UANG | 4 Februari 2020 17:17 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dolfie mempertanyakan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan pengawasan di sektor industri jasa keuangan. Menurutnya, OJK telah kecolongan dalam kasus Jiwasraya dan Asabri.

"Dalam kasus Jiwasraya, kenapa penyidik Kejaksaan Agung lebih dahulu masuk dari pada penyidik OJK?," katanya dalam rapat kerja lanjutan bersama OJK di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (4/2).

Dolfie mengatakan dengan lengahnya pengawasan OJK memperlihatkan bahwa otoritas keuangan tersebut merasa tidak ada masalah di sektor industri jasa keuangan. Padahal, dalam kenyataannya kedua sektor tengah tersandung masalah.

"Ini memperlihatkan OJK merasa ini tidak masalah tapi lembaga di luar OJK merasa ada pelanggaran hukum," kata dia.

1 dari 1 halaman

Kembalikan Uang Nasabah

nasabah rev1

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Nasional Demokrat Saan Mustofa menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap perlindungan nasabah. Dari kasus Jiwasraya dan Asabri, harus jelas proses pertanggungjawaban negara terhadap nasabah.

"Jangan sampai masa depan nasabah itu menjadi tidak jelas. Bagaimana pertanggungjawaban negara, dalam hal ini juga Jiwasraya terhadap nasabah," tegas Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1).

Uang nasabah harus dikembalikan. Dia berharap tidak seperti kasus First Travel, uang jemaah tak kembali.

"DPR, Jiwasraya dan pemerintah, penegak hukum harus berikan jaminan uang nasabah tidak akan hilang. Itu penting, itu harus ditegaskan pemerintah dan Jiwasraya tidak akan uang nasabah yang hilang," ucapnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Survei: Kinerja OJK Belum Memuaskan
Endus Investasi Bodong di NTB, OJK Imbau Masyarakat Tak Tergiur Keuntungan Besar
Berkaca Kasus Jiwasraya, OJK Diminta Berbenah Awasi Industri Keuangan Non Bank
OJK Cabut Izin BPR Tebas Lokarizki Sambas di Kalimantan Barat
Kasus Jiwasraya dan Bumiputera Dituding Runtuhkan Kredibilitas OJK
Ombudsman Sebut Pengembalian Tugas OJK ke Bank Indonesia Pernah Dilakukan Negara Lain

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami