Anggota Parlemen Jepang Jadi Miliarder Usai Buat Layanan Tanda Tangan Elektronik

Anggota Parlemen Jepang Jadi Miliarder Usai Buat Layanan Tanda Tangan Elektronik
UANG | 2 Oktober 2020 06:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tradisi orang Jepang yang menstempel dokumen di tempat tanda tangan akhirnya memudar. Sebab, semakin banyak orang yang bekerja dari rumah akibat adanya pandemi virus corona.

Hal ini lah yang dilihat oleh Perusahaan Bengo4.com Inc sebagai peluang usaha dengan menyediakan platform tanda tangan secara online. Perusahaan raksasa seperti Toyota dan Nomura bahkan mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan tanda tangan elektroniknya ke perusahaan tersebut.

Dengan begitu, saham Bengo4com Inc melonjak 100 persen tahun ini dan membuat sang pendiri, Taichiro Motoe menjadi miliarder baru dengan harta kekayaan bersih diperkirakan lebih dari USD1 miliar atau Rp 14,9 triliun.

Motoe mengatakan bahwa para investor optimis dengan layanan tanda tangan elektronik Bengo4, yang disebut CloudSign karena semakin banyak orang yang bekerja dari jarak jauh sehingga membuat perusahaan Jepang beralih ke tanda tangan elektronik dari stempel fisik.

"CloudSign mengubah budaya hanko tradisional," ujarnya dilansir dari Forbes.

Penjualan Bengo4 telah meningkat bahkan sebelum upaya pemerintah baru-baru ini. Perusahaan melaporkan penjualan 1,16 miliar yen pada kuartal April-Juni, naik 24 persen dari tahun ke tahun. Pertumbuhan tersebut dipimpin oleh bisnis CloudSign, yang penjualan kuartalannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 262 juta yen atau Rp 36,9 miliar.

Bengo4 memperkirakan penjualan triwulanan CloudSign akan hampir dua kali lipat lagi tahun depan menjadi sekitar 500 juta yen. "Kami ingin mengembangkan bisnis Bengo4 menjadi USD 100 juta dalam penjualan selama empat sampai lima tahun ke depan," kata Motoe.

CloudSign masih memiliki ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut. Motoe memperkirakan bahwa hanya 1 persen bisnis di ekonomi terbesar ketiga di dunia yang saat ini menggunakan tanda tangan elektronik dan memperkirakan akan tumbuh hingga hampir 5 persen tahun depan.

Analis JPMorgan, Haruka Mori mengatakan, Bengo4, CloudSign adalah layanan tanda tangan elektronik yang dominan di Jepang dengan 80 persen pangsa pasar negara. Lebih dari 100.000 perusahaan di berbagai industri menggunakan CloudSign.

"Harga saham Bengo4.com telah meningkat tajam di tengah ekspektasi penetrasi yang lebih cepat dari layanan kontrak elektronik karena upaya yang dipimpin pemerintah untuk menghentikan penggunaan segel pribadi semakin meningkat sebagai tanggapan terhadap Covid-19. Perkembangan pesat infrastruktur hukum untuk mendukung penyebaran kontrak elektronik," ungkapnya.

"Ada potensi pelonggaran peraturan awal di sektor real estate dan keuangan, dan di bidang yang terkait dengan hukum perusahaan," kata Mori.

Baca Selanjutnya: Sepak Terjang...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami