Angkutan Logistik Selamatkan Bisnis Transportasi di Tengah Pandemi

Angkutan Logistik Selamatkan Bisnis Transportasi di Tengah Pandemi
UANG | 19 Juni 2020 21:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Transportasi menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup parah akibat pandemi Covid-19. Operator penerbangan sampai pelayaran harus menelan pil pahit berkurang drastisnya jumlah penumpang. Perusahaan pun harus melakukan banyak penyesuaian.

Namun demikian, pelaku usaha transportasi berpikir keras menjaga pemasukan. Sebagai ganti minimnya penumpang, logistik jadi satu pilihan logis. Mengingat mereka memiliki armada kosong yang bisa diisi oleh barang-barang kiriman.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra kini memaksimalkan armada kosong untuk angkutan kargo. Irfan mencontohkan, ketika pelanggan di Jakarta memesan oleh-oleh di Jogjakarta, dia menjamin besok sore sudah sampai depan pintu rumah.

"Dari dulu kami hanya fokus penumpang. Namun sekarang harus berpikir pada bisnis pengiriman barang," kata Irfan dalam MarkPlus Industry Roundtable sektor transportasi, Jumat (19/6).

Tak hanya itu, Direktur Utama Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Insan P Tobing mengatakan, di masa krisis ini, penumpang benar-benar menyusut drastis, bahkan tidak sampai 10 persen. Setiap bulan setidaknya Pelni memiliki kemampuan mengangkut sekitar 200 ribu penumpang.

"Kalau dihitung tidak sampai 1 persen. Pada April saja kami hanya angkut 523 penumpang. Mei di masa Lebaran kami angkut 700 saja. Dari pada buang cost, armada-armada kapal kami keep di beberapa pelabuhan dengan mode stand by. Kalau diperlukan, kami siap," ujar Insan.

Maka mau tidak mau di saat sekarang bisnis tersebut harus dimaksimalkan, sebetulnya Pelni yang sejak 2015 mulai merintis kargo, apalagi setahun kemudian Pelni mulai memiliki kapal angkutan barang.

Baca Selanjutnya: Blue Bird...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami