Antisipasi Kekurangan Pangan, Kementan Dapat Tambahan Anggaran Rp 1,72 T di 2020

Antisipasi Kekurangan Pangan, Kementan Dapat Tambahan Anggaran Rp 1,72 T di 2020
UANG | 14 September 2020 16:07 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memperoleh Anggaran Belanja Tambahan Tahun 2020 senilai Rp 1,72 triliun. Realisasi terbesar dialokasikan untuk antisipasi kekurangan pangan akibat Corona melalui program Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terus dikebut di akhir tahun ini.

"Kami sampaikan, bahwa Kementerian Pertanian pada tahun 2020 ini mendapat anggaran belanja tambahan atau ABT sebesar Rp 1,72 triliun. Fokusnya untuk antisipasi kekurangan pangan melalui Food Estate yang terus dipercepat," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, Senin (14/9) .

Rinciannya ABT tersebut dialokasikan untuk pembiayaan tiga kegiatan utama. Pertama, dukungan swasembada gula tahun 2020 - 2023 sebesar Rp 137,39 miliar. Kedua, pembiayaan program Food Estate di Kalimantan Tengah senilai Rp 1,45 triliun.

"Dalam rencana ada program lahan intensifikasi seluas 30.000 hektare, perluasan areal tanam baru (PABT) di 18 provinsi, hingga Food Estate bagi hortikultura," jelasnya.

Terakhir, percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui program padat karya. "Di antaranya rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) dan perbaikan jalan usaha tani atau (JUT)," paparnya.

Syahrul menambahkan, per 11 September 2020, realisasi anggaran Kementerian Pertanian tahun ini baru mencapai Rp 8,49 triliun. Realisasi itu setara 60,43 persen dari total pagu Rp 14,06 triliun.

Namun, realisasi anggaran diklaim akan meningkat dalam waktu hingga Rp 9,66 triliun atau di setara 68,75 persen. "Perhitungan ini berdasarkan outstanding kontrak sebesar Rp 1,16 triliun yang akan segera dibayarkan," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Komisi IV DPR Setujui Anggaran Kementan 2021 Rp 21,83 Triliun
Komisi IV DPR Sentil Mentan Syahrul Soal Lumbung Pangan Kalteng
DPR Soal Belanja Pegawai Balitbang Kementan Rp 498,62 M: Di mana Sense of Crisis-nya
Cegah Krisis Pangan, Kementan Dapat DAK Rp 1,64 Triliun di 2021
Tanahnya Miliki Keunggulan, Ini 5 Fakta Sumut Jadi Pusat 'Food Estate' di Indonesia
Filipina Apresiasi Kemajuan Sektor Pertanian RI

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami